Sebarkan Ilmu Untuk Indonesia Yang Lebih Maju
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Test. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Test. Tampilkan semua postingan

psikologi Perkembangan Pendidikan Anak Masa Usia Sekolah Dasar

 KARYA TULIS ILMIAH

 Perkembangan Pendidikan Anak Masa Usia Sekolah Dasar

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Nama : saya joyo rahadjo

 

SEKOLAH TINGGI SEKALI

JURUSAN AYO BERUSAHA

PRODI  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

2020

BAB I

Psikologi Test ARTI WARNA FAVORIT

BIRU
Survai mengatakan bahwa kamu adalah perencana yang selalu mementingkan masa depan, teman-teman kamu mungkin sering menilai kamu sering beranggan-anggan tinggi akan tetapi impian-impian nyata kamu sering juga membangkitkan motivasi yang mendorong lebih maju lagi.
KUNING
Dalam kehidupan dunia warna kuning sering dikaitkan dengan sinar matahari. Survei mengatakan bahwa para pecinta warna kuning adalah seorang yang bersifat periang, kamu adalah sosok yang sangat optimis hingga membuat teman-teman kamu merasa sangat senang didekatmu.
MERAH
Sesuai warnanya yang seperti bara yang panas begitu juga para pecinta warna merah dalam melakukan apa saja tak pernah setengah-setengah. Apakah itu dalam hal berpendapat ataupun dalam mengerjakan sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya.


HIJAU
Hijau adalah perpaduan warna biru yang dingin dan warna kuning yang hangat sebuah perpaduan warna yang sangat seimbang jika kamu pengemar warna ini kamu adalah orang yang stabil dan selalu mencari keseimbangan.
UNGU
Kamu yang menyukai warna ungu warna selalu mendapat nilai tertinggi untuk tes kreatifitas. Cara berpakaian juga lain dari yang lain. Sehingga membuat kamu mudah dikenali.
JINGGA
Jingga adalah warna perpaduan kuning yang hangat dan warna merah yang penuh energi. Kamu sangat karismatik dan mempunyai selera humor yang tinggi pembaca, dari paparan karisma penyuka warna diatas, kita dapat membuka kebenaran mungkin tidak warna itu dapat mempengaruhi seseorang itu, paparan ini hanya sebatas kemungkinan besar dari survei yang dilakukan oleh peneliti dan bagi pembaca harus bisa menanggapinya dengan hati yang tak tertutup.

Psikologi Test Arti Hari Lahir

SENIN (BUNGA)
Bunga biasanya disukai orang karena keindahannya, begitu juga yang lahir pada hari senin ini cenderung mementingkan penampilan lahiriah. Dimana dia berada, pastinya tampil rapi dan prima jadi tidak heran kaalau banyak orang yang menyukainya.
Kekurangannya : sering membanggakan dirinya dan keras kepala, tapi si bunga ini orangnya murah hati dan adil.
SELASA (API)
Orang yang lahir hari selasa punya sifat jiwa sosial tinggi dan suka menolong tanpa membeda-bedakan orang. Dia juga sangat setia dan susah untuk jatuh cinta. Kalau jadi idolanya jangan coba-coba untuk menipunya, karena dia bakal naik pitam dan gaya marahnya jelek banget. Dia juga sering bikin masalah dan hiperbola.
RABU (DAUN)
Mereka yang lahir pada hari ini sifatnya pendiam, tenang, berwibawa, dan marah. Kalau kamu mengenal lebih dekat baru kelihatan kalau dia amat menyenagkan tapi sayang dia cepat terbawa arus dan juga mudah percaya dengan omongan orang yang belum pasti kebenarannya. Paling anti dengan perintah tapi sayang keluarga.
KAMIS (ANGIN)
Angin selslu kemanapun tanpa lelah begitu juga yang lahir hari kamis ini.orangnya pantang menyerah, semangat kerjanya tinggi, tekun dan giat berlatih tapi dia seperti pepatah bagai kacang lupa kulitnya yang suka lupa diri dan terkenal dengan kecurigaannya yang tinggi. Sifatnya bisa diacunggi jempol, dia adil tidak pernah dendam pada orang yang menyakitinya.
JUMAT (AIR)
Air itu tenang, menyejukkan dan bawa kesegaran. Tapi juga dahsyat bagaikan ombak laut yang lahir jumat ini terkenal agak diam tapi nakal dan bukan berarti bodah karena dia berprinsip lebih baik diam daripada bicara tak ada guna. Wibawanya sangat besar dan tidak heran dia terkenal dan dikagumi. Tapi dia egois, keras kepala, suka membanggakan diri, dan pandai menyesuaikan pergaulan serta kemauannya harus dituruti dan punya emosi kuat.


SABTU (BUMI)
Yang lahir pada hari ini mempunyai fisik yang baik teguh pendirian dan tegar. Cita-citanya sangat tinggi dan murah hati. Dia tidak segan-segan memberikan apapun yang dia miliki asal itu dapat menolong orang.
Kekurangannya : dia selalu ingin menguasai apa yang dia suka agak egois dan sombong. Tapi dia tidak dapat cepat putus asa dan selalu berusaha.
MINGGU (MEGA)
Biasanya yang lahir pada hari ini, terkenal dengan banyak teman (pergaulannya luas seperti mega) selalu ramah, gigih dalam pekerjaannya.
Kekurangannya : sering berlarut-larut dalam kesedihan dan segala kemauannya harus dituruti.
Soal cinta dia selalu setia dan bukan tipe gampangan.

MAKALAH KEDOKTERAN DAN SOSIOLOGI, KOMUNIKASI

WANITA DITEMPAT KERJA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.
Bahwasanya secara normatif wanita mempunyai hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama dengan pria dalam segala bidang kehidupan dan bidang pembangunan seperti yang tercantum dalam GBHN, tetapi secara factual persamaan tersebut saat ini belum terwujud, diantaranya di bidang kesehatan. Masih banyak wanita yang mengalami diskriminasi dalam bidang kesehatan, umpamanya: pembedaan pemberian makanan bergizi pada anak laki-laki dan wanita, akses informasi, dan akses pelayanan kesehatan dan sebagainya.
Untuk menghilangkan hambatan-hambatan ini salah satu usaha pemerintah berusaha untuk meningkatkan pelayanan terhadap wanita usia produktif dengan menyediakan puskesmas dan rumah sakit dengan berbagai fasilitasnya. Tetapi di Indonesia, usaha dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi ini masih belum mencapai tujuan yang diinginkan.
Hal ini masih terbukti masih tingginya angka kematian ibu bersalin yaitu 375/100.000 kelahiran hidup, tertinggi di Asia Tenggara. Tingginya angka kematian ibu, disinyalir penyebab utamanya adalah perdarahan, infeksi, dan toksernia dan penyebab tak langsung adalah kemiskinan, tradisi sosial budaya, status gizi yang tidak memadai dan kurangnya akses pemanfaatan dan faslitas kesehatan serta rendahnya status wanita. Masalah kesehatan reproduksi wanita ini tidak terlepas dari faktor sosial, budaya danekonomi secara keseluruhan.
Oleh sebab itu diperlukan usaha-usaha yang lebih sederhana, lebih mudah terjangkau, lebih sesuai dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya setempat, dan juga mengikut sertakan masyarakat secara umum dan terpadu. Hal yang lebih penting dalam memasyarakatkan kesehatan reproduksi ini adalah kesadaran dan motivasi masyarakat sendiri (terutama pihak wanita) yang menjaga kesehatan reproduksinya.
Artinya hal ini membawa pemikiran baru untuk mengefektitkan serta mengintensitkan pelaksanaan berdasarkan kesadaran masyarakat dan kebutuhannya sendiri. Terobosan dan strategi bagaimana memasyarakatkan program kesehatan reproduksi khususnya reproduksi wanita tanpa arahan atau paksaan. Untuk itu penulis ingin mengetahui lebih dalam bagaimana tanggapan wanita sendiri dan masyarakatnya tentang kesehatan reproduksi mereka.

1.2 Konsep Pemikiran Tentang Kesehatan Reproduksi Wanita
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mempertinggi derajat kesehatan masyarakat. Demi tercapainya derajat kesehatan yang tinggi, maka wanita sebagai penerima kesehatan, anggota keluarga dan pemberi pelayanan kesehatan harus berperan dalam keluarga, supaya anak tumbuh sehat sampai dewasa sebagai generasi muda. Oleh sebab itu wanita, seyogyanya diberi perhatian sebab :
1. Wanita menghadapi masalah kesehatan khusus yang tidak dihadapi pria berkaitan dengan fungsi reproduksinya
2. Kesehatan wanita secara langsung mempengaruhi kesehatan anak yang dikandung dan dilahirkan.
3. Kesehatan wanita sering dilupakan dan ia hanya sebagai objek dengan mengatas namakan “pembangunan” seperti program KB, dan pengendalian jumlah penduduk.
4. Masalah kesehatan reproduksi wanita sudah menjadi agenda Intemasional diantaranya Indonesia menyepakati hasil-hasil Konferensi mengenai kesehatan reproduksi dan kependudukan (Beijing dan Kairo).

Berdasarkan pemikiran di atas kesehatan wanita merupakan aspek paling penting disebabkan pengaruhnya pada kesehatan anak-anak. Oleh sebab itu pada wanita diberi kebebasan dalam menentukan hal yang paling baik menurut dirinya sesuai dengan kebutuhannya di mana ia sendiri yang memutuskan atas tubuhnya sendiri.

1.3 Pandangan Masyarakat terhadap Kesehatan Reproduksi Wanita.
Dalam diskusi kelompok terarah (DKT) yang berkenaan dengan kesehatan reproduksi wanita, sebenarnya pandangan masyarakat terhadap hal tersebut. Kesehatan alat reproduksi sebenarnya bukanlah penting menurut mereka. Juga sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa peristiwa mulai dari haid sampai perkawinan, hamil, melahirkan atau segala yang berkaitan dengan alat kelamin wanita adalah peristiwa alamiah dan tidak perlu dibesar-besarkan.
Pandangan yang telah berurat berakar baik pada kelompok wanita dan masyarakat tidak terlepas dari peran jender wanita yang disosialisasikan bahwa wanita haru mendahulukan kepentingan-kepentingan di luar dirinya, dan bahkan sering mengabaikan kesehatannya sendiri.
Definisi sehat dan sakit dalam pengertian masyarakat desa berbeda dengan pengertian medis. Pengertian medis yang menyatakan sakit adalah terganggunya salah satu organ tubuh dalam menjalankan fungsinya, dianggap masyarakat bukanlah sakit sepanjang masih dapat berjalan dan melakukan kegiatan seperti biasa. Berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita, masyarakat beranggapan bahwa hal tersebut merupakan masalah “pribadi” yang bersangkutan.
Akibatnya banyak wanita jika mengalami penyakit yang berkaitan dengan alat reproduksinya berusaha mengatasi sendiri, misalnya dengan obat tradisional atau jamu. Padahal masalahnya tidak sesederhana itu, jika penyakitnya sudah parah barulah mereka mencari pertolongan dokter, atau bidan.
Hal lain yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi wanita, adalah mengenai kegiatan ber-KB. Masyarakat termasuk wanita yang .berusia subur beranggapan bahwa yang ber-KB adalah wanita. Meskipun laki-laki pun dapat ber-KB misalnya dengan metode vasektomi, tetapi baik wanita maupun laki-laki sama-sama keberatan.
Alasan wanita adalah suami adalah tulang punggung keluarga dalam rnencari ekonomi rumah tangga. Jika terjadi apa-apa (misalnya suami sakit gara-gara ber-KB), siapa yang menangung biaya rumah tangga? Dalam hal ini wanita “mengalah” membiarkan dirinya ber-KB, meskipun kadangkala kesehatan tidak mengizinkan atau alat kontrasepsi sering tidak cocok. Alasan bagi laki-laki enggan ber-KB adalah dengan mendengar “issue” mereka akan mengalami kehilangan gairah seksual. Dengan asumsi seperti ini memang sukar menghilangkan “dogma” tersebut dalam
Pandangan lain yang sehubungan dengan kesehatan reproduksi wanita adanya sebaiknya dalam memeriksa adalah dokter, bidan atau petugas sesame wanita juga. Sebagian responden mengakui bahwa suami mereka menghendaki jika istri mereka terpaksa berobat ke puskesmas atau rumah sakit, terlebih dahulu cari dokter, bidan atau petugas kesehatan sesama wanita. Alasannya sangat janggal kalau alat reproduksi wanita “dilihat” oleh orang lain apalagi laki-laki lain. Kalau melahirkan masih dapat dimaafkan, tetapi kalau sekedar berobat atau memeriksa kehamilan sebaiknya dengan petugas sesama wanita.

BAB II
PEMBAHASAN
-->

2.1 Definisi Kesehatan Reproduksi Wanita.
Berdasarkan Konferensi Wanita sedunia ke IV di Beijing pada tahun 1995 dan Koperensi Kependudukan dan Pembangunan di Cairo tahun 1994 sudah disepakati perihal hak-hak reproduksi tersebut. Dalam hal ini (Cholil,1996) menyimpulkan bahwa terkandung empat hal pokok dalam reproduksi wanita yaitu :

• Kesehatan reproduksi dan seksual (reproductive and sexual health)
• Penentuan dalam keputusan reproduksi (reproductive decision making)
• Kesetaraan pria dan wanita (equality and equity for men and women)
• Keamanan reproduksi dan seksual (sexual and reproductive security)

Adapun definisi tentang arti kesehatan reproduksi yang telah diterima secara internasional yaitu : sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental, sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistim, fungsi-fungsi dan proses reproduksi. Selain itu juga disinggung hak produksi yang didasarkan pada pengakuan hak asasi manusia bagi setiap pasangan atau individu untuk menentukan secara bebas dan bertanggung jawab mengenai jumlah anak, penjarakan anak, dan menentukan kelahiran anak mereka.

2.2 Indikator Permasalahan Kesehatan Reproduksi Wanita.
Dalam pengertian kesehatan reproduksi secara lebih mendalam, bukan semata-mata sebagai pengertian klinis (kedokteran) saja tetapi juga mencakup pengertian sosial (masyarakat). Intinya goal kesehatan secara menyeluruh bahwa kualitas hidupnya sangat baik. Namun, kondisi sosial dan ekonomi terutama di negara-negara berkembang yang kualitas hidup dan kemiskinan memburuk, secara tidak langsung memperburuk pula kesehatan reproduksi wanita. Indikator-indikator permasalahan kesehatan reproduksi wanita di Indonesia antara lain:
1. Jender, adalah peran masing-masing pria dan wanita berdasarkan jenis kelamin menurut budaya yang berbeda-beda. Jender sebagai suatu kontruksi social mempengaruhi tingkat kesehatan, dan karena peran jender berbeda dalam konteks cross cultural berarti tingkat kesehatan wanita juga berbeda-beda.
2. Kemiskinan, antara lain mengakibatkan:
• Makanan yang tidak cukup atau makanan yang kurang gizi
• Persediaan air yang kurang, sanitasi yang jelek dan perumahan yang tidak layak.
• Tidak mendapatkan pelayanan yang baik.

2.2.1 Pendidikan yang rendah.
Kemiskinan mempengaruhi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Kesempatan untuk sekolah tidak sama untuk semua tetapi tergantung dari kemampuan membiayai. Dalam situasi kesulitan biaya biasanya anak laki-laki lebih diutamakan karena laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga. Dalam hal ini bukan indikator kemiskinan saja yang berpengaruh tetapi juga jender berpengaruh pula terhadap pendidikan. Tingkat pendidikan ini mempengaruhi tingkat kesehatan. Orang yang berpendidikan biasanya mempunyai pengertian yang lebih besar terhadap masalah-masalah kesehatan dan pencegahannya. Minimal dengan mempunyai pendidikan yang memadai seseorang dapat mencari liang, merawat diri sendiri, dan ikut serta dalam mengambil keputusan dalam keluarga dan masyarakat.

2.2.2 Kawin muda
Di negara berkembang termasuk Indonesia kawin muda pada wanita masih banyak terjadi (biasanya di bawah usia 18 tahun). Hal ini banyak kebudayaan Yang menganggap kalau belum menikah di usia tertentu dianggap tidak laku. Ada juga karena faktor kemiskinan, orang tua cepat-cepat mengawinkan anaknya agar lepas tanggung jawabnya dan diserahkan anak wanita tersebut kepada suaminya. Ini berarti wanita muda hamil mempunyai resiko tinggi pada saat persalinan. Disamping itu resiko tingkat kematian dua kali lebih besar dari wanita yang menikah di usia 20 tahunan. Dampak lain, mereka putus sekolah, pada akhirnya akan bergantung kepada suami baik dalam ekonomi dan pengambilan keputusan.

2.2.3 Kekurangan gizi dan Kesehatan yang buruk.
Menurut WHO di negara berkembang terrnasuk Indonesia diperkirakan 450 juta wanita tumbuh tidak sempurna karena kurang gizi pada masa kanak-kanak, akibat kemiskinan. Jika pun berkecukupan, budaya menentukan bahwa suami dan anak laki-laki mendapat porsi yang banyak dan terbaik dan terakhir sang ibu memakan sisa yang ada. Wanita sejak ia mengalami menstruasi akan membutuhkan gizi yang lebih banyak dari pria untuk mengganti darah yang keluar. Zat yang sangat dibutuhkan adalah zat besi yaitu 3 kali lebih besar dari kebutuhan pria. Di samping itu wanita juga membutuhkan zat yodium lebih banyak dari pria, kekurangan zat ini akan menyebabkan gondok yang membahayakan perkembangan janin baik fisik maupun mental. Wanita juga sangat rawan terhadap beberapa penyakit, termasuk penyakit menular seksual, karena pekerjaan mereka atau tubuh mereka yang berbeda dengan pria. Salah satu situasi yang rawan adalah, pekerjaan wanita yang selalu berhubungan dengan air, misalnya mencuci, memasak, dan sebagainya. Seperti diketahui air adalah media yang cukup berbahaya dalam penularan bakteri penyakit.

2.2.4 Beban Kerja yang berat.
Wanita bekerja jauh lebih lama dari pada pria, berbagai penelitian yang telah dilakukan di seluruh dunia rata-rata wanita bekerja 3 jam lebih lama. Akibatnya wanita mempunyai sedikit waktu istirahat, lebih lanjut terjadinya kelelahan kronis, stress, dan sebagainya. Kesehatan wanita tidak hanya dipengaruhi oleh waktu kerja, tetapi juga jenis pekerjaan yang berat, kotor dan monoton bahkan membahayakan. Di India banyak kasus keguguran atau kelahiran sebelum waktunya pada musim panen karena wanita terus-terusan bekerja keras. Dibidang pertanian baik pria maupun wanita dapat terserang efek dari zat kimia (peptisida), tetapi akan lebih berbahaya jika wanita dalam keadaan hamil, karena akan berpengaruh terhadap janin dalam kandungannya. Resiko-resiko yang harus dialami bila wanita bekerja di industri-industri misalnya panas yang berlebihlebihan, berisik, dan cahaya yang menyilaukan, bahan kimia, atau radiasi.
Peran jender yang menganggap status wanita yang rendah berakumulasi dengan indikator-indikator lain seperti kemiskinan, pendidikan, kawin muda dan beban kerja yang berat mengakibatkan wanita juga kekurangan waktu, informasi, untuk memperhatikan kesehatan reproduksinya.

2.3 Wanita Di Tempat Kerja
Kesehatan reproduksi menjadi cukup serius sepanjang hidup, terutama bagi perempuan, selain karena rawan terpapar penyakit, juga berhubungan dengan kehidupan sosialnya, misalnya kurangnya pendldikan yang cukup, kawin muda, kematian ibu, masalah kesehatan reproduksi perempuan, masalah kesehatan kerja, menopause, dan masalah gizi (Baso dan Raharjo, 1999).
Sebagaian besar perempuan bekerja keras setiap hari, memasak, membersihkan rumah demi kelangsungan hidup keluarga. Namun jika perempuan juga bekerja di luar rumah (mencari penghasilan), maka beban kerjanya menjadi rangkap. Beban kerja yang terlalu berat membuat seorang perempuan mengalami kecapekan dan mudah terserang penyakit. Terlebih lagi bila seorang perempuan tidak punya cukup waktu untuk istirahat dan tidak memperoleh cukup perhatian akan kondisi kesehatannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah
1. Mengkaji karakteristik wanita
2. Mengkaji aktivitas kerja yang dilakukan oleh wanita yang bekerja di sektor informal
3. Mengkaji kondisi kesehatan reproduksi
4. Mengkaji aktivitas kerja dan kondisi kesehatan reproduksi wanita. yang bekerja di sektor informal. Diharapkan penelitian ini
1. didapatkan suatu informasi mengenai kondisi kesehatan reproduksi pada kelompok pekerja wanita dan
2. Sebagai data yang dapat dipergunakan untuk pengembangan pelayanan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi pada wanita.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner terstruktur pada 33 responden wanita yang bekerja di usaha kegiatan konveksi dan katering. Analilisis data dilakukan dengan melakukan tabel distribusi frekuensi dan tabel silang.
Hasil penelitian ini menunjukkan: sebagian besar responden berada pada kelompok usia 40-49 tahun. Sebagian besar telah tamat SMP. Dilihat dan aktivitas kerja sahagian besar responden 54,5% bekerja salama 7 hari/minggu. Dalam 1 hari sebagian besar bekerja kurang dari 6 jam sehari.\
Dalam kaitan dengan kesehatan reproduksi usia pertama kali menikah sebagian besar berusia 15-20 tahun dan 78,8% responden mempunyai anak setelah pernikahan. Hal ini menunjukkan tingkat kesuburan dari responden. Hasil penelitian juga menunjukkan sebagian kecil responden belum mempunyai anak (belum pernah hamil dan mengalami keguguran).
Dalam kaitan dengan pengaturan kehamilan sebagian besar tidak melakukan pengaturan terhadap kehamilan dan jumlah anak yang diinginkan. Kondisi ini dapat dimungkinkan antara lain kesempatan bekerja di luar rumah membuat responden mempunyai otonomi yang besar dalam hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Sedangkan bagi responden yang mengatur kehamilan dengan menggunakan kontrasepsi maka jenis kontrasepsi modern menjadi pilihannya baik atas pertimbangan sendiri maupun atas pertimbangan suami istri. Askes pelayanan KB maupun kesehatan reproduksi sebagaian besar pergi ke tempat pelayanan kesehatan. Sebagaian besar responden mengaku menstruasi pertama kali setelah usia lebih 12 tahun dan sebagian besar tidak mengalami sakit saat mentruasi dengan siklus antara 21-35 hari. .
Kondisi kesehatan reproduksi di tempat kerja menunjukkan belum banyak responden yang mendapatkan hak reproduksi sehat (cuti haid, kelahiran, dan pemberian ASI. Sedangkan aktivitas kerja di luar rumah tampak masih ada yang belum mempunyai anak. Untuk memelihara kesehatan manusia memerlukan kerja dan istirahat yang cukup sehingga tidak mudah sakit terutama yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kesimpulan penelitian ini adalah sebagaian besar responden pada kelompok usia 40-49 tahun. Sebagian besar bekerja salama 7 hari/minggu sedang lama kerja dalam sehari sebagaian besar kurang dari 6 jam/hari Sebagian besar responden menikah di usia muda dan mengalami kehamilan di usia muda. Sebagaian kecil responden belum mempunyai anak (keguguran dan belum pernah hamil) Sebagian besar responden tidak mengatur jumlah anak yang diinginkan dan sebagian besar mendapat menstrusi pertama yang terlambat. Belum adanya pelayanan kesehatan reproduksi sehat di tempat kerja kurangnya keserasian antara aktivitas kerja dan menjaga kondisi kesehatan reproduksi.
Disarankan perlunya upaya penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi pada kelompok-kelompok tertentu yaitu wanita yang berkerja di sektor informal.

PENGERTIAN ANTROPOGI DAN MACAM-MACAMNYA

 MAKALAH

"PENGERTIAN ANTROPOGI DAN MACAM-MACAMNYA"

Disusun oleh :

Nama        :
NIM        :
Prody        :

FAKULTAS BLOGGER
UNIVERSITAS BLOGSPOT
TAHUN

PENGERTIAN

Antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Antropologi adalah istilah kata bahasa Yunani yang berasal dari kata anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan logos memiliki arti cerita atau kata. Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan prilakunya. Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri. Antropologi memiliki dua sisi holistik dimana meneliti manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi kemanusiannya. Arus utama inilah yang secara tradisional memisahkan antropologi dari disiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada perbandingan/ perbedaan budaya antar manusia. Walaupun begitu sisi ini banyak diperdebatkan dan menjadi kontroversi sehingga metode antropologi sekarang seringkali dilakukan pada pemusatan penelitan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal. === Definisi Antropologi menurut para ahli === * William A. Havilan : Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia. * David Hunter : Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia. * Koentjaraningrat : Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.Dari definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana antropologi, yaitu sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan (cara-cara berprilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Dalam bidang antropologi budaya, pakaian merupakan sebahagian dari unsur budaya benda yang berfungsi melengkapi keperluan hidup manusia. Walaupun budaya benda lebih menampakkan bentuk visual (tampak) tetapi tetap berkaitan dengan masalah non-material. Melalui pendekatan antropologi-budaya kedua-dua unsur ini saling melengkapi inti budaya. Segala unsur budaya non-material yang meliputi masalah moral, adat istiadat, kepercayaan, undang-undang, eksperesi seni memerlukan ‘peralatan’ yang berbentuk benda. Bentuk dan peralatan inilah yang perlu di ketahui simbol yang mempunyai makna dan fungsinya sebagai bahan budaya benda, sering juga bertindih lapis dalam berbagai-bagai sistem: wujud sebagai benda budaya, ekonomi ataupun teknologi. Dalam teknologi pembuatan, perkakas (tools) adalah alat, bahan buatan yang digunakan untuk mewujudkan dan mendukung pada penampilan dan status sosial sipemakai. Pakaian adalah salah satu benda budaya yang digunakan dalam kehidupan keseharian manusia, dicipatakan atau dibuat dari bahan tekstil, melalui proses atau teknik menjahit pakaian itu sendiri. Sebagai bahan peralatan seharian atau unsur benda budaya pakaian mempunyai dua fungsi, pertama pakaian sebagai mempermudah pergaulan (satatus sosial), kedua pakaian sebagai melindungi manusia dari cuaca sekitarnya (kesehatan). Lebih tepat lagi proses penciptaan atau pembuatan pakaian memerlukan keterampilan atau kemahiran yang melibatkan pengolahan bahan mentah, keterampilan dalam membentuk fungsi gunaan dan nilai estetis, unsur spiritual culture (istilah Antropologi) atau mental culture sebagai inti daripada keseluruhan makna kebudayaan. Oleh itu pakaian tidak saja berfungsi untuk melindingi diri dari alam sekitar, tetapi juga membawa nilai kesopanan dan membawa nilai simbolis (spiritual culture). Ciri-ciri Antropologi • mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan budaya manusia mengenal tulisan. • mempelajari suku-suku bangsa yang ada di dunia / bumi. • mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia. • mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang pada konsep psikologi. --> 

PENGERTIAN SECARA SOSIOLOGI

 Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial. Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comtetahun 1842. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli. • Pitirim Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain. • Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok. • William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial. • J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil. • Max Weber Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. • Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial. • Paul B. Horton . Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut • Soejono Soekanto Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. • William Kornblum Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi. • Allan Jhonson Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut. Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa : “ Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum ” Ciri-ciri Sosiologi • cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. Contoh, di sekolah seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid). • melakukan tindakan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial. • bisa menyingkap berbagai tabir dan mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga. Syaratnya, sosiolog tersebut harus mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif. Johnsons, 1967 (dalam Soekanto,1982:14-15) mengemukakan ciri-ciri sosiologi. Adapun ciri-ciri utamanya adalah sebagai berikut:

1. Sosiologi bersifat empiris. Artinya sosiologi didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif. 2. Sosiologi besifat teoritis. Artinya sosiologi selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. 3. Sosiologi bersifat kumulatif. Artinya bahwa teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas atau memperhalus teori-teori lama. 4. Sosiologi bersifat non-etis. Artinya permasalahan yang dipersoalkan bukanlah buruk atau baiknya fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis. elo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi dalam (Soekanto, 1982:20-23) mengungkapkan mengenai beberapa sifat hakikat sosiologi sebagai berikut: 1. Sosiologi adalah suatu ilmu social dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.

2. Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normative, akan tetapi merupakan disiplin yang kategoris. Artinya sosiologi membatasi pada apa yang terjadi dewasa ini, bukan mengenai apa yang terjadi dan seharusnya terjadi.

3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan yang terpakai (applied science).

4. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya, bahwa yang diperhatikan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat tetapi bukan wujudnya yang konkret.

5. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Artinya, sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antar umat manusia dan juga perihal sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.

6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Artinya, bahwa hal ini berkaitan denngansoal metode sosiologi yang digunakan.

7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala umum yang ada dalam setiap interaksi antar manusia.

 KESIMPULAN

 Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Makalah Aliran-Aliran Dalam Ilmu Psikologi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Psikologi diakui sebagai ilmu mandiri pada akhir abad ke-19. Selama dua abad sebelumnya, berbagai model dikembangkan mengenai apa yang semestinya menjadi subjek studi psikologi dan bagaimana studi tersebut dilakukan. Secara spesifik , selama abad ke-17 dan ke-18, berbagai model psikologi saling bersaing untuk mendominasi yang lain.
Para psikolog bekerja di banyak situasi terapan yang berbeda-beda, dan memiliki berbagai macam peran, bahkan dalam lingkungan akademiapsikologi kontemporer cukup sulit diidentifikasi. Penelitian dan pengajaran psikologi dilakukan di departemen psikologi, ilmu kognitif, manajemen organisasi, dan hubungan social. Psikologi tampaknya berkembang menuju diversifikasi yang lebih besar daripada menuju suatu kesatuan kohesif.
Paling tidak, sistem-sistem psikologi yang dikembangkan pada abad ke-20 memberikan deskripsi yang masuk akal tentang bagaimana psikologi mencapai keragamanya. Fase sistem dalam perkembangan psikologi merupakan bagian penting dalam evolusi psikologi. Fase tersebut menunjukan kesulitan dalam mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan dan menempatkan psikologi dalam ilmu pengetahuan. Karena wujud empiris ilmu pengetahuan merupakan kesamaan utama di antara bidang-bidang kontemporer penelitian psikologi.
Kami disini akan menguraikanya dengan lebih detail lagi tentang apa yang di maksud dengan psikologi dan aliran-aliran yang timbul dalam perkembangan psikologi, diantaranya adalah aliran Assosiasi, Gestalt dan Behaviorisme.
Do’akan kami agar lancar dalam menjalankan tugas prestasi ini.

B. Rumusan Masalah
1) Definisi Psikologi
2) Timbulnya Aliran-Aliran Dalam Psikologi
- Aliran Assosiasi
- Aliran Gestalt
- Aliran Behaviorisme
C. Tujuan
1. Untuk menjelaskan Pengertian Psikologi
2. Ingin membahas tentang timbulnya Aliran-Aliran Dalam Psikologi
a. Aliran Assosiasi
b. Aliran Gestalt, dan
c. Aliran Behaviorisme


BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Psikologi
Psikologi lahir di jerman pada tahun 1870-an sebagai disiplin ilmiyah yang diakui. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan).
Jiwa secara harfiah berasal dari perkataan sansekerta JIV, yang berarti lembaga hidup (levensbeginsel), atau daya hidup (levenscracht). Oleh karena jiwa itu merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas, maka orang lebih cenderung mempelajari “jiwa yang memateri” atau gejala “jiwa yang meraga/menjasmani”, yaitu bentuk tingkah laku manusia (segala aktivitas, perbuatan, penampilan diri) sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, psikologi butuh berabad-abad lamanya untuk memisahkan diri dari ilmu filsafat.
Perkataan tingkah laku/perbuatan mempunyai pengertian yang luas sekali. Yaitu tidak hanya mencakup kegiatan motoris saja seperti berbicara, berjalan, berlari-lari, berolah-raga, bergerak dan lain-lain, akan tetapi juga membahas macam-macam fungsi seperti melihat, mendengar, mengingat, berpikir, fantasi, pengenalan kembali, penampilan emosi-emosi dalan bentuk tangis, senyum dan lai-lain.
Kegiatan berpikir dan berjalan adalah sebuah kegiatan yang aktif. Setiap penampilan dari kehidupan bisa disebut sebagai aktivitas. Seseorang yang diam dan mendengarkan musik atau tengah melihat televisi tidak bisa dikatakan pasif. Maka situasi dimana sama sekali sudah tidak ada unsur keaktifan, disebut dengan mati.
Pada pokoknya, psikologi itu menyibukkan diri dengan masalah kegiatan psikis, seperti berpikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci dan lain-lain. Macam-macam kegiatan psikis pada umumnya dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:
1) Pengenalan atau kognisi
2) Perasaan atau emosi
3) Kemauan atau konasi
4) Gejala campuran.
Namun hendaknya jangan dilupakan, bahwa setiap aktivitas psikis/jiwani itu pada waktu yang sama juga merupakan aktifitas fisik/jasmani. Pada semua kegiatan jasmaniah kita, otak dan perasaan selalu ikut berperan, juga alat indera dan otot-otot ikut mengambil bagian didalamnya.
2. Timbulnya Aliran-aliran Dalam Psikologi
Psikologi lahir di Jerman pada tahun 1870-an sebagai disiplin ilmiyah yang diakui. Tema aktivitas esensial pikiran yang selalu terdapat dalam filsafat Jerman memberikan ruang intelektual yang menggairahkan yang menjadi alasan meyakinkan bagi berdirinya psikologi, dan juga memicu lahirnya berbagai model dengan usulan substansi dan metodologi psikologi yang berbeda. Suatu alternatif digambarkan sebagai model ilmu pengetahuan manusia, yang mengajukan berbagai metodologi empirik yang lebih terbuka yang didasarkan pada obervarsi, tetapi tidak selalu eksperimental. Hingga pada akhirnya timbulah beberapa aliran dalam psikologi, yang diantaranya adalah :
a. Aliran Asosiasi
Para ahli yang mengikuti aliran asosiasi berpendapat, bahwa pada hakikatnya perkembangan itu adalah prosesasosiasi. Bagi para ahli yang mengikuti aliran ini yang primer adalah bagian-bagian, bagian-bagian ada terlebih dahulu, sedangkan keeluruhan ada lebih kemudian. Bagian-bagian terikat satu sama lain menjadi suatu keseluruhan oleh asosiasi. Salah seoarang tokoh aliran asosiasi ini yang terkenal adalah John Locke. Locke berpendapat bahwa pada permulaannya jiwa anak itu adalah bersih semisal selembar kertas putih, yang kemudian sedikit demi sedikit terisi oleh pengalaman atau empiri. Dalam hal ini Locke membedakan adanya dua macam pengalaman, yaitu:
a) Pengalaman luar
Yaitu pengalaman yang diperoleh dengan melalui panca indera, yang menimbulkan ”sensations”,
b) Pengalaman dalam
Yaitu pengalaman mengenai keadaan dan kegiatan batin sendiri, yang menimbulkan ”reflektions”. Kedua macam kesan itu, yatu sensations dan reflektions merupakan pengertian yang sederhana (simple ideas), yang kemudian dalam asosiasi membentuk pengertian yang kompleks (kompleks ideas).
Aliran asosiasi tersebut setidak-tidaknya dalam bentuknya seperti dikemukakan di atas itu, kini tinggal ada dalam sejarah; akan tetapi pengaruhnya dalam lapangan pendidikan pengajaran belum lama ditinggalkan orang. Metode mengajar, membaca dan menulis secara sintetis, metode menggambar secara sintetis, belum lama kita tinggalkan, atau malah mungkin masih ada yang mengikuti; metode-metode tersebut dasar psikologisnya adalah psikologi asosiasi.

b. Aliran Gestalt
Psikologi gestalt adalah gerakan Jerman yang seecara langsung menantang psikologi structural Wundt. Para gestaltis mewarisi tradisi psikologi aksi dari Brentano dan Stumpf, serta akademi Wurzburg, yang berupaya mengembangkan alternative bagi Mode. Pengikut-pengikut aliran psikologi gestalt mengemukakan konsepsi yang dikemukakan oleh para ahli yang mengikuti aliran asosiasi. Bagi para ahli yang mengikuti aliran gestalt, perkembangan itu adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang primer adalah keseluruhan, sedangkan bagian-bagian adalah sekunder; yaitu bagian-bagian yang hanya mempunyai arti sebagai bagian daripada keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain, keseluruhan ada terlebih dahulu baru disusul oleh bagian-bagiannya.
Gestalt adalah keseluruhan yang diorganisasikan secara tersusun. Keseluruhan ini adalah lebih dari jumlah bagian-bagian, ia memperlihatkan sifat-sifat yang terdapat pada elemen-elemen. Keseluruhan memberi arti pada bagian-bagian, yaitu tiap-tiap anggota (bagian) didukung oleh keseluruhan dan baru memperoleh artinya dalam keseluruhan tersebut.
a) Tanda-tanda hakiki dari Gestalt
1) Batasan
Gestal itu merupakan suatu keeluruhan tersendiri yang berbeda dari keseluruhan yang lain.
2) Geleding (bentuk)
Gestalt adalah berstruktur dalam, walupun sifat keseluruhannya itu masih menonjol, tetapi nampak pula sifat ragamnya.
b) Arti pengertian Gestalt menurut Koffka
Batasan mengenai Gestalt yang dikemukakan oleh Koffka, yaitu Gestalt adalah pengumpulan gejala-gejala sedemikian rupa bahwa tiap-tiap begian hanya mempunyai sifatnya sendiri karena bersama-sama dengan bagian-bagian yang lain. Jadi, Gestalt adalah keseluruhan yang penuh arti, dimana bagian yang satu mendukung bagian yang lain dan memperoleh artinya dari keseluruhannya. Gejala-gejala psikhis bukan merupakan suatu bentuk dimana bagian-bagiannya lepas satu sama lain tetapi suatu bentuk keseluruhan yang teratur. Yang primer dari gestalt adalah tak ada elemen. Pada keseluruhan itu terdapat sifat berdiri sendiri dan dalam totalitet, ini hanya ada bagian-bagian yang tidak berdiri sendiri, yang baru memperoleh arti karena bagian-bagian tersebut dimasukkan kedalam keseluruhan tersebut.
c) Timbulnya pengalaman Gestalt
Terhadap rangsangan yang kita terima dari dunia sekeliling, yang jumlahnya tak dapat dihitung, terhadap penyerapan-penyerapan tunggal yang jumlahnya sama dengan jumlah rangsangan, demikian menurut ilmu jiwa lama. Yang menarik perhatian adalah bahwa kita tidak menyerap suatu khas rangsangan rangsangan, tapi dengan mengamati langsung gestalt-gestalt. Dengan sendirinya ini diketahui oleh ilmu jiwa asosiasi dan berusaha untuk menerangkannya secara mekanistis belaka (disebabkan oleh hukum-hukum asosiasi yang membuta). Mereka beranggapan bahwa mula-mula ada suatu jumlah penyerapan-penyerapan dan dengan adanya hukum-hukum asosiasiyang bekerja membuta, lambat laun timbul hubungan yang psikhis. Ahli-ahli ilmu Gestalt tak mau menerima hopotesa mengenai jumlah asal daripada penyerapan ini. Mereka beranggap bahwa anak yang masih muda sekali secara langsung sudah mengamatyi dunia sekelilingnya dalam Gestalt (yang kurang atau sangat halus strukturnya). Tidak pada rangsangan ada penyerapan, tetapi suatu keseluruhan rangsangan dengan langsung diamati sebagai Gestalt.
d) Pemakaian ilmu jiwa Gestalt untuk menerangkan beberapa fungsi psikhis.
1) Pengamatan
Gestalt mula-mula dipelajari dalam lingkungan pengamatan. Disini ternyata bahwa isi pengamatan tidak mutlak ditentukan oleh rangsangan-rangsangan yang terpisah-pisah seperti yang dianggap orang terlebih dahulu, tetapi juga tergantung dari kekuatan dalam yang membentuk Gestalt.
2) Ingatan
Mengenai menghafal, ahli-ahli ilmu jiwaGestalt lebih mementingkan pembentukan suatu Gestalt, suatu kesatuan dalam, daripada jumlah ulangan yang banyak. Bila sekali sudah timbul satu Gestalt yang samar, maka Gestalt itu dipegang untuk waktu yang poendek atau panjang. Dimana tidak terbentuk Gestalt maka hanya sedikit yang diingat maka seumua ulangan tidak memmberi hasil. Bahan tanpa arti, pengetahuan yang tersebar lepas, sukar untuk dicamkan.
Maka untuk seorang guru berlaku tugas sebagai berikut: bahan harus sistekmatis, hubungan bagian yang sati dengan yang lain harus jelas. Dengan demikian, umpanya dalam pelajaran ilmu bum,i, hasil-hasil suatu daerah terutama akan diingat dengan baik bila dihubungkan dengan keadaan tanahnya.
3) Fantasi
Ilmu jiwa lama menerangkan fantasi sebagai dikombinasikannya bermacam-macam tanggapan fantasi. Ilmu jiwa Gestalt tidak percaya kepada pengumpulan elemen semata-mata, yaitu seorang komponis tidak hanya mengumpulkan nada-nada menjadi satu, sebelumnya ia sudah mempunyai tanggapan yang kabur dari keseluruhan (total). Ilmu jiwa Gestalt berpendapat bawa yang mula-mula ada adalah Gestalt yang kabur, suatu skema yang samar-samar dan bahwa skema ini lambat laun memperoleh isi.
4) Fikiran
Gestalt yang berstruktur ini juga memegang oeranan utama dalam berfikir. Bilamana suatu tugas berfikir harus dilaksanakan maka mula-mula terdapat suatu skema berfikir. Rencana skematis ini didiferensiasi dengan teliti, yaitu bagian bagian gestalyt dilihat penuh denagn perhat\ian dan dicari bagian2 yang tak ada. Maka pemecahan persoalan tercapailah.

c. Aliran Behaviourisme
Behaviorisme adalah system psikologi yang mengambil perilaku tampak yang dapat diamati dan diukur sebagai subjek pembahasanya. Dalam bentuk yang paling kaku, yang pada awalnya diajukan oleh J. B. Watson dan kemudian oleh B. F. Skinner.
Aliran Behaviourisme adalah salah satu dari aliran-aliran modern yang berpengaruh besar dalam ilmu jiwa, baik di Amerika, Rusia, Eropa dan Asia. Di dalam aliran Behaviourisme terdapat sebuah filsafat yang disebut dengan filsafat pragmatisme.
a) Pragmatisme
Mula-mula dalam abad ke 18 dan 19 aliran Idealisme mempengaruhi pikiran dan pekerjaan ilmiah orang-orang Amerika. Benyamin Franklin (1706-1790) salah seorang yang namanya tersohor hingga sekarang mengikuti filsafat Idealistis dari John Locke dan Malebranche. Kemudian, sesudah wafatnya Franklin aliran Idealisme yang berasal dari Jerman bertambah mempengaruhi filsafat Amerika. Nama yang terkenal dalam hubungan ini ialah pelopor demokrasi yang terkenal Ralph W. Emerson (1803-1882).
Penganjur Neo-Realisme yang termulia ialah Watson, yang mengerjakan dan mempraktekkan teori filsafat ini dalam sebuah sistem ilmu jiwa yang Behaviouristis. Pengaruh yang terbesar, baik dalam filsafat maupun ilmu-ilmu yang lain sebagai pendidikkan dan ilmu jiwa datang dari Pragmatisme. Peletak dasar dari sistem ini adalah William James (1842-1910). Dalam teori Pragmatisme maksudnya bukanlah mencari masalah dan dasar dari perbuatan dan kelakuan manusia, melainkan dikejarnya akibat yang baik daripada perbuatan-perbuatan itu, dikehendakinya supaya kita belajar hidup dan berlaku sedemikian rupa, hingga kelakuan kita membawa faedah bagi kita sendiri dan lingkungan tempat kita hidup.
Nama Pragmatisme yang pertama kali dikemukakan oleh Charles S. Peirce (1878) yang berasal dari kata Yunani “Pragma”, yang berarti perbuatan. Dalam teori Pragmatisme ini James menekankan antara berpikir dan berbuat, yang terkait dengan manusia, dan dihubungkan juga kepada “kebenaran”. Pragmatisme merupakan teori mengenai kebenaran dan merupakan metode berpikir.
b) Arti Behaviourisme
Behaviourisme mempunyai arti yang penting bagi ilmu jiwa hewan dan ilmu jiwa anak. Behaviourisme timbul dari ilmu jiwa hewan. Seekor binatang tidak dapat diselidiki dengan cara Tanya jawab yang tidak kritis dan selalu memakai manusia sebagai ukuran tigkah laku binatang. Arti Behaviourisme yang penting ialah, bahwa penyelidikkan hewan tersebut dilakukan dengan sangat obyektif.
Juga untuk bayi dan anak kecil tidak mungkin dipakai metode introspeksi. Jasa behaviourisme ialah bahwa behaviourisme telah mempelajari dengan teliti tingkah laku anak kecil seperti bersin, menelan, menangis, tertawa, menggerakkan tubuh, menangkap, berdiri, dan sebagainya.
Keberatan yang terbesar terhadap behaviorisme ialah karena menerangkan segala sesuatu dengan cara yang mekanistis. Menurut paham behaviourisme manusia merupakan mesin reaksi, dan pendidikan hanyalah soal mempengaruhi reflek dan perbuatan-perbuatan saja.
c) Prinsip-prinsip Behaviourisme
Prinsip behaviourisme antara lain:
1. Ilmu jiwa behaviouristis menganggap kelakuan sebagai obyek penyelidikan psikologis.
2. Behaviourist dalam ilmu jiwa tidak dapat menerima adanya sesuatu jiwa, yang mengemudikan kehidupan dan kelakuan kita.
3. Behaviourisme itu berpendapat bahwa kelahiran si anak belum mempunyai bakat, warisan rohani, kecakapan-kecakapan yang dibawakan, tetapi behaviourisme itu dipraktekkan dalam pendidikan.
d) Pelopor-pelopor Behaviourisme di Amerika
a. William James sebagai Ahli Ilmu Jiwa
William James adalah seorang fungsionalis yang berpegang pada metode-metode dari ilmu hayat. James beranggapan bahwa hidup rasa ialah menolong gerak-gerik dari orang yang bersangkutan; arti daripada hidup kehendak yaitu supaya dengan kehendak itu orang dapat mengarahkan perbuatan dan kelakuannya sedemikian hingga seluruh pribadinya dapat disesuaikan dengan alam yang melingkupinya.
b. Edward Lee Thorndike
Thorndike beranggapan, bahwa kelakuan meliputi kesadaran. Dari sebab itu dipergunakannya metode instropeksi. Ia menekankan gejala-gejala motoris namun ia memberi perhatian kepada pengawakan kesenangan. Thorndike menjadikan seluruh proses belajar suatu rangkaian reflek yang tetap pada perangsang tertentu.
c. Watson
Watson beranggapan bahwa ilmu jiwa itu merupakan gejala-gejala yang nyata ada, yang benar-benar obyektif, dan empiris.


BAB III
PENUTUP
a. Pengertian Psikologi
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan).
b. Timbulnya Aliran-Aliran Dalam Psikologi
1. Aliran Assosiasi
Salah seoarang tokoh aliran asosiasi ini yang terkenal adalah John Locke. Locke berpendapat bahwa pada permulaannya jiwa anak itu adalah bersih semisal selembar kertas putih, yang kemudian sedikit demi sedikit terisi oleh pengalaman atau empiri.
2. Aliran Gestalt
Psikologi gestalt adalah gerakan Jerman yang seecara langsung menantang psikologi structural Wundt. Para gestaltis mewarisi tradisi psikologi aksi dari Brentano dan Stumpf, serta akademi Wurzburg, yang berupaya mengembangkan alternative bagi Mode.
3. Aliran Behaviorisme
Behaviorisme adalah system psikologi yang mengambil perilaku tampak yang dapat diamati dan diukur sebagai subjek pembahasanya. Dalam bentuk yang paling kaku, yang pada awalnya diajukan oleh J. B. Watson dan kemudian oleh B. F. Skinner.


BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
1. Brennan, James F. 2006. Sejarah dan Sistem Psikologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
2. Kartono, Kartini. 1996. Psikologi Umum. Bandung: Mandar Maju.
3. Turner, M. B. 1976. Psikologi and Science of Behavior, New York : Appleton-Century-Crofts
4. Watson, R. I. 1971. The Great Psychologist, From Aristotle to freud. Philadelphia : J. B. Lippincott
5. http//.www.google.com