Sebarkan Ilmu Untuk Indonesia Yang Lebih Maju

Jenis jenis komputer dan perkembangannya

 1. SEJARAH KOMPUTER

a. Penggolongan Alat Pengolah Data

Bagaimanapun  juga  alat  pengolah  data  dari  sejak  jaman  purba  sampai  saat  ini  bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar:

1) Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan  faktor  terpenting  dalam  pemakaian  alat  adalah  menggunakan  tenaga tangan manusia. Contoh : Abacus

Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat  ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji­bijian geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya.

2) Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual

a) Pascaline

Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623­1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun,  menemukan apa  yang  ia sebut  sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak.

Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline,  menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit.   Alat   ini   merupakan   alat   penghitung   bilangan   berbasis   sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan.

Tahun  1694,  seorang  matematikawan  dan  filsuf  Jerman,  Gottfred Wilhem von Leibniz (1646­1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda­roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar­gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.

b) Kalkulator Mekanik(Arithometer)

Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

3) Peralatan  Mekanik  Elektronik:  Peralatan  mekanik  yang  digerakkan  oleh secara otomatis oleh motor elektronik

a) Mesin Uap Differensiil

Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791­1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan  kesesuaian  alam  antara  mesin  mekanik  dan  matematika. Mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa  kesalahan;  sedang  matematika  membutuhkan repetisi  sederhana  dari suatu  langkah­langkah  tertenu.  Masalah  tersebut  kemudain  berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik.

Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis

b) Analytical Engine

Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage  tiba­tiba  terinspirasi untuk  memulai  membuat  komputer  general­ purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine.

Asisten  Babbage,  Augusta  Ada  King  (1815­1842)  memiliki  peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam  mesin  dan  juga  membuatnya  menjadi  programmer  wanita  yang pertama.

Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya. Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu­kartu perforasi (berlubang­lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.

Pada  1889,  Herman  Hollerith  (1860­1929)  juga  menerapkan  prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

4) Peralatan Elektronik : Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik.  Pendekatan ini didasarkan pada  hasil  kerja George Boole (1815­1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar­salah ke dalam sirkuit  listrik dalam bentuk terhubung­terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun  1940.  Namun  proyek mereka terhenti  karena  kehilangan  sumber pendanaan.

b. Penggolongan Komputer

Penggolongan komputer berdasarkan 5 hal:

1) Data yang diolah

a) Komputer Analog

Digunakan untuk mengolah data kualitatif, bekerja secara kontinu dan parallel, biasanya tidak memerlukan bahasa perantara. Contohnya komputer yang digunakan dirumah sakit untuk mengukur suhu, kecepatan suara, voltase listrik.

Komputer Analog


Gambar 1 Komputer Analog

b) Komputer Digital

Digunakan untuk mengolah data kuantitatif (huruf, angka, kombinasi huruf & angka, karakter­karakter khusus) biasanya memerlukan bahasa perantara. Contohnya komputer PC dll. 

komputer digital


Gambar 2  Komputer Digital

c) Komputer Hybrid

Merupakan kombinasi antara komputer analog dengan digital. Contohnya: Faximile.

perkembangan komputer


 Gambar 3 Komputer Hybrid

2) Penggunaan

Berdasarkan penguunaannya komputer dibedakan menjadi 2 yaitu :

a) Komputer Untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)

Komputer yang dirancang untuk menyelesaikan masalah yang khusus yg biasanya hanya berupa satu masalah saja. Komputer ini dapat berupa komputer digital maupun komputer analog, dan mumnya komputer analog adalah special purpose computer. Komputer ini banyak dikembangkan untuk pengontrolan yang otomatis pada proses-proses  industri seperti pabrik kimia, penyulingan minyak, pabrik baja serta untuk tujuan militer

b) Komputer Untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)

Komputer yang dirancang untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah dengan program-program yang bermacam-macam pula. Dibandingkan dengan special-purpose computer, kecepatannya lebih rendah. Dipakai untuk berbagai keperluan, untuk aplikasi bisnis, teknik, pendidikan, pengolahan kata, permainan, dsb. Komputer ini dapat berupa komputer digital maupun komputer analog, dan umumnya komputer digital adalah general purpose computer.


3) Kapasitas dan ukurannya

Berdasarkan kapasitas dan ukurannya komputer dibedakan menjadi 6 yaitu :

a) Tower (menara) adalah yang  biasanya diletakkan disamping atau dibawah meja,  karena  ukurannya   yang  relatif  besar,   sehingga   memenuhi  meja. Komputer  ini  biasanya  banyak memiliki  ruang  didalamnya  dan  banyak memiliki expansion slot (tempat untuk memasang card tambahan), sehingga bisa ditambahkan dengan berbagai perangkat tambahan.


b) Desktop (meja) adalah komputer yang ukuran sedikit  lebih kecil dari dari Tower, tetapi biasanya diletakkan diatas meja. Komputer ini paling banyak dipakai karena harganya yang lebih murah bila dibandingkan dengan bentuk yang lain.

c) Portable (mudah dibawa­bawa) adalah komputer yang ukuran sedikit lebih kecil dari Desktop,  karena bagian­bagiannya dapat  dirangkai  menjadi satu kotak saja, sehingga mudah dibawa kemana­mana. Komputer ini ditujukan bagi  pemakai  yang  sering  bertugas ilapangan,  misalnya  insinyur  yang bertugas menyelesaikan suatu rumah atau peneliti yang  mengumpulkan data dilokasi yang jauh dari kantornya. Komputer ini kurang populer karena relatif besar dan berat.

d) Notebook (buku catatan) adalah komputer yang ukurannya sebesar buku.. Notebook mempunyai ukuran yang sama dengan kerta kuarto, yaitu 8 ½ x 11 inci, tebalnya berkisar 1 hingga 1 ½ inci dan beratnya antara 4 sampai 6 kg

e) Subnotebook adalah komputer yang ukuran ada diantara komputer notebook dan palmtop. Ukuran komputer ini sedikit lebih kecil dari notebook karena ada sebagian perangkat yang tidak dipasang, biasanya disk drive.

f) Palmtop  adalah komputer  yang  dapat  digenggam,  karena ukurannya  yang sangat kecil. Komputer ini sering disebut handheld computer. Komputer ini tidak memerlukan aliran listrik, melainkan baterai kecil biasa (ukuran AA). Kelemahan dari komputer ini adalah layarnya yang terlalu kecil dan keyboardnya sedikit  lebih kecil dari ukuran standar, sehingga menyulitkan pemakai.

4) Perkembangan Hardware

Berdasarkan perkembangan hardware, komputer terbagi dalam 5 generasi yaitu:

a) Komputer Generasi Pertama (1946­1959)

Dengan terjadinya Perang Dunia II, negara­negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer.     

Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer.

(1) Colassus

(2) Mark I

(3) ENIAC

(4) EDVAC

(5) UNIVAC I

Ciri komputer generasi pertama adalah:

Penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar)

Adanya silinder magnetik untuk penyimpanan data.

Instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu.

Setiap  komputer  memiliki  program  kode­biner  yang  berbeda  yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.

b) Komputer Generasi Kedua (1959­1964)

Stretch dan LARC

Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery­ Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer­komputer ini,yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat  menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya.

Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan­singakatan untuk menggantikan kode biner.

Pada awal 1960­an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer generasi  kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen­komponen yang dapat  diasosiasikan  dengan  komputer  pada  saat  ini:  printer,  penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.

Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang  diterima  secara  luas  di  kalangan  industri.  Pada  tahun  1965,  hampir seluruh  bisnis­bisnis  besar menggunakan  komputer  generasi kedua  untuk memproses informasi keuangan.

Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.

Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business­Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata­kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

Ciri-ciri komputer pada generasi kedua:

Penggunaan transistor sehingga ukurannya lebih kecil

Adanya pengembangan memori inti­magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya

Penggantian dari bahasa mesin menjadi bahasa Asembly

Muncul bahasa pemrograman COBOL dan FORTRAN

c) Komputer Generasi Ketiga (1964­1970)

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor  menghasilkan  panas  yang  cukup  besar,  yang  dapat  berpotensi merusak bagian­bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen­komponen ke dalam suatu chiptunggal yang  disebut  semikonduktor.  Hasilnya,  komputer  menjadi  semakin  kecil karena komponen­komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan system operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

Ciri-ciri komputer pada generasi ketiga:


Penggunaan IC(Intregrated Circuit)

Ukuran komputer menjadi lebih kecil

Ditemukannya Sistem Operasi

d) Komputer Generasi Keempat (1979­sekarang)

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen­komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980­ an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. Ultra­Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut  menjadi  jutaan. Kemampuan untuk  memasang  sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut  juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer.

Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.

Perkembangan yang demikian memungkinkan orang­orang biasa untuk menggunakan  komputer biasa. Komputer tidak   lagi menjadi dominasi perusahaan­perusahaan besar atau  lembaga  pemerintah. Pada pertengahantahun 1970­an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat  umum.  Komputer­komputer  ini,  yang  disebut  minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti  lunak  yang  paling  populer  pada  saat  itu  adalah  program  word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980­an, video game seperti Atari 2600  menarik  perhatian  konsumen  pada  komputer  rumahan  yang  lebih canggih dan dapat diprogram.

Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).

IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan system grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.

Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer  di tempat  kerja,  cara­cara  baru  untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer­komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi,  dan  juga  untuk  dapat  saling  berkomunikasi  satu  dengan  yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk  kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar

Ciri-ciri komputer pada generasi keempat:

Digunakannya LSI, VLSI, ULSI

Digunakannya mikroprosesor

e) Komputer Generasi Kelima

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat  muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi­fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata­kata secara langsung.

Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model Von Neumann. Model Von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan  aliran  elektrik  tanpa  ada  hambatan apapun,  yang  nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal,  namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan  membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.

Ciri-ciri komputer pada generasi keempat:

Adanya kecerdasan buatan

Mengkoordinasikan CPU secara serempak

Adanya teknologi super konduktor

5) Sejarah Komputer berdasarkan perkembangan software

perkembangan komputer


Gambar 4: Perkembangan Software dalam berbagai Era


a) Era Pioner

Bentuk perangkat lunak pada awalnya adalah sambungan­sambungan kabel ke antar bagian dalam Komputer. Cara lain dalam mengakses komputer adalah menggunakan punched card yaitu kartu yang di lubangi. Penggunaan komputer saat itu masih dilakukan secara langsung, sebuah program untuk sebuah mesin untuk tujuan tertentu. Pada era ini, perangkat lunak merupakan satu kesatuan dengan perangkat kerasnya. Penggunaan komputer dilakukan secara langsung dan hasil yang selesai di kerjakan komputer berupa print out. Proses yang di lakukan di dalam komputer berupa baris instruksi yang secara berurutan di proses. Contoh komputer pada era ini adalah komputer ENIAC.


b) Era Stabil

Pada era stabil penggunaan komputer sudah banyak di gunakan, tidak hanya oleh kalangan peneliti dan akademi  saja,  tetapi juga oleh kalangan industri / perusahaan. Perusahaan perangkat lunak bermunculan, dan sebuah perangkat lunak dapat  Menjalankan beberapa fungsi, dari ini perangkat lunak mulai bergeser menjadi sebuah produk. Baris­baris perintah perangkat lunak yang di jalankan oleh komputer bukan lagi satu­satu, tapi sudah seperti banyak proses yang di lakukan secara serempak (multi tasking). Sebuah perangkat lunak mampu menyelesaikan banyak pengguna (multi user) secara cepat/langsung (real time). Pada era ini mulai di kenal sistem basis data, yang memisahkan antara program (pemroses) dengan data (yang di proses).

c) Era Mikro

Sejalan dengan semakin luasnya PC dan jaringan komputer di era ini, perangkat  lunak juga berkembang untuk  memenuhi kebutuhan perorangan. Perangkat lunak dapat di bedakan menjadi perangkat lunak sistem yang bertugas  menangani internal dan perangkat  lunak  aplikasi  yang  digunakan secara langsung oleh penggunannya untuk keperluan tertentu. Automatisasi yang  ada  di  dalam  perangkat  lunak  mengarah  ke  suatu  jenis  kecerdasan buatan.

d) Era Modern

Saat ini perangkat lunak sudah terdapat di mana­mana, tidak hanya pada sebuah superkomputer dengan 25 prosesornya, sebuah komputer genggampun telah di lengkapi dengan perangkat lunak yang dapat di sinkronkan dengan PC. Tidak hanya komputer, bahkan peralatan seperti telepon, TV, hingga ke mesin cuci,  AC dan microwave, telah di tanamkan perangkat  lunak untuk mengatur operasi peralatan itu. Dan yang hebatnya lagi adalah setiap peralatan itu akan mengarah pada suatu saat kelak akan dapat saling terhubung. Pembuatan sebuah perangkat  lunak  bukan  lagi  pekerjaan  segelentir  orang, tetapi telah menjadi pekerjaan banyak orang, dengan beberapa tahapan proses yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam perancangannya. Tingkat kecerdasan yang di tunjukkan oleh perangkat lunak pun semakin meningkat, selain permasalahan teknis, perangkat  lunak sekarang mulai bisa mengenal suara dan gambar.


Kisah Iblis menyamar untuk berdialog dengan Rasulullah SAW

 oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Muhasabah Kiat Sukses Introspeksi Diri, Penerbit Difa Press

Suatu ketika Allah SWT memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar menghadap Baginda Rasul saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disuka maupun yang dibencinya.

Hal ini dimaksudkan untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai umat manusia.

Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis! Engkau diperintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rasulullah dengan jujur.

Jika engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat pedih”.

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata : “Ya Rasullullah! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku?”.

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikannya”.

Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata : “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu”.

Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku.

 Pertanyaan Nabi (1) :

“Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu?”

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”.

Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.

Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”.

   Pertanyaan Nabi (2) :

“Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah?”

TEMUKAN JAWABANNYA 

Dilink ======> SINI

TEKTONIK TEPIAN LEMPENG AKTIF GEOLOGI TANAH SUNDA

 BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Dataran Sunda, yaitu dataran pada masalampau (masa glasial) yang terbentang dari Barat keTimur antara Lembah Brahmanadapura di Myanmar sekaranghingga Maluku.Begitu pula dikenal istilah Sunda Besar yang meliputipulau-pulau: Sumatera, Kalimantan, Pulau Jawa, danPulau Madura. Serta Sunda Kecil yangterdiridaripulau-pulau: Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, danTimor (sekarang wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat,Nusa Tenggara Timur, dan Timor Timur).

B.    Rumusan Masalah

1.    Apa saja yang termasuk dalam geologi tanah sunda?

2.    Apa yang dimaksud busur sunda,palung sunda,dan dangkalan sunda?

3.    Bagaimana tatanan tektonik di tanah sunda? 

C.    Tujuan

1.     Mengetahui apa saja yang termasuk dalam geologi tanah sunda.

2.    Mengetahui apa yang dimaksud busur sunda,palung sunda,dan dangkalan sunda.

3.    Mengetahui tatanan tektonik di tanah sunda.

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. TANAH SUNDA

Tanah Sunda/Dataran Sunda, yaitu dataran pada masalampau (masa glasial) yang terbentang dari Barat keTimur antara Lembah Brahmanadapura di Myanmar sekaranghingga Maluku. Begitu pula dikenal istilah Sunda Besar yang meliputipulau-pulau: Sumatera, Kalimantan, Pulau Jawa, danPulau Madura. Serta Sunda Kecil yang terdiridaripulau-pulau: Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, danTimor (sekarang wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat,Nusa Tenggara Timur, dan Timor Timur). 

B. DANGKALAN SUNDA

Istilah dalam geologi Indonesia untuk menamai dataranatau paparan Indonesia barat; meliputi Pulau Kalimantan, Pulau Sumatra dan pulau-pulau serta

dasar laut transgresi (laut Jawa, Laut Natuna, dibagian selatan Laut Cina Selatan dan Selat Malaka);sebelum Zaman Pleistosen menjadi satu kesatuan dengan

benua Asia.

Batas daerah dangkalan Sunda di sebelah timur yaitu"Garis Wallace" garis yang melintang mulai dariperairan Timur Pulau Mindanau (Filipina) terus ke laut

Sulawesi, Selat Makasar, Selat Lombok dan berakhir diSamudera Indonesia. Laut-laut transgresi di wilayahDangkalan Sunda berkedalaman rata-rata 200 m.

C. BUSUR SUNDA

Terletak di tepi Asia Tenggara dan terbentang mulai dari kepulauan Andaman-Nicobar di barat sampai busur Banda (Timor) di timur. Busur Sunda merupakan busur kepulauan hasil dari interaksi lempengsamudera (disini lempeng India-Australia yang bergerak ke utaradengan kecepatan 7 cm pertahun) yang menunjam di bawah lempengbenua (Lempeng Eurasia).Penunjaman lempeng terjadi di selatan busur Sunda berupa palung (trench) yang dikenal sebagai palung Jawa.Disamping itu, penunjaman lempeng juga menghasilkan sepasang busurvolkanik dan non-volkanik.

Busur volkanik terdiri dari rangkaian gunungberapi yang menjadi tulang punggung pulau-pulau busurSunda,sedangkan busur nonvolkanik merupakan rangkaian pulau-pulau yangterletak di sisi samudera busur volkaniknya.Rangkaian pulau seperti Siberut, Simeleu, Nias di barat Sumatramerupakan bagian busur non-volkanik yang muncul ke permukaan laut,sedangkan di selatan Jawa busur ini berada di bawah laut.

Busur non-volkanik disusun material-material yang berasal dari daratan, lautdangkal, laut dalam dan kepingan lantai samudera yang terseret,tergencet dan tercampur secara tektonik ketika lempeng samuderamenunjam ke palung.Himpunan batuan yang campur aduk di dalampalung ini, yang disebut melange, membentuk prisma akresi (accretionprism) di sisi dalam palungnya.Panjang palung Jawa, tercatat sekitar 5600 km, terentang mulai dari kepulauan Andaman-Nicobar di barat sampai ke Sumba di Timur,memiliki corak yang beragam. Hal ini disebabkan oleh arah penunjamandan kecepatan lempeng tidak seragam.

Arah penunjaman yang hampertegak lurus di bagian pulau Jawa ke arah timur menghasilkan ragampenunjaman lempeng yang lebih sederhana dibandingkan di bagianSumatra yang membentuk cesar mendatar (sesar Semangko), karenaarah penunjaman lempengnya miring dan bahkan hampir sejajar dibagian kepulauan Andaman.

Disisi lain, selat Sunda yang memisahkan Sumatra dan Jawa,merupakan batas geodinamik dan terdapat perubahan sudutpenunjaman yang menyolok antara bagian timur dan baratnya.Disebelah barat selatSunda, aktifitas gempa umumnya tidak melebihikedalaman 200 km sedangkan di sebelah timurnya kedalaman aktifitasgempanya meningkat mendekati 350-500 km. Unsur geodinamik lainyang dapat mempengaruhi dinamika palung adalah kondisi morfologipermukaan lempeng samuderanya. Permukaan lantai samudera biasrelatif halus atau kasar karena adanya tonjolan-tonjolan yang terdiri darigunung-gunung bawah laut (seamount), pematang tengah samudera,danplato basalt. Dengan demikian menjadi tidak terhindarkan lagipenunjaman lempeng samudera membawa juga seamount atau bentukmorfologi bawah-laut lainnya ke dalam palung. 

D. PALUNG SUNDA

Di Indonesia bagian barat dan tengah, daerah pertemuan tabrakanlempeng samudera Indo-Australia dengan lempeng benua Asia (Sumatradan Jawa) disebut sebagai daerah ZonaSubduksi atau lebih dikenalsebagai daerah Palung Sunda (Java Trench) yang memanjang kuranglebih 5500 km mulai dari perairan barat Aceh sampai perairan selatanNusa Tenggara Barat. Menurut dia, daerah ini dikenal sebagai daerahPrisma Akresi (Accretionary Prism) atau daerah dimana batuan sedimenyang diendapkan di sekitar Palung telah mengalami pengangkatan

karena tertekan oleh pergerakan lempeng samudera Indo-Australia yangtersubduksi ke bawah Pulau Jawa dan Sumatra.Saat lempeng samudera tersubduksi, batuan sedimen yangdiendapkan di daerah palung tertekan, terpatahkan dan terangkat, daerah yang terangkat bisamuncul ke permukaan laut sebagai busur  kepulauan. Contohnya saja,busur kepulauan yang terdapat di perairan barat Sumatera yangterdistribusi mulai dari Pulau Simeulue sampai ke Pulau Enggano. Prosessubduksi iniakan terus berlangsung dan terus menekandaerah prisma akresi, sehingga mengakibatkan terakumulasinya energitekanan di daerah ini, terutama terkumpul pada bidang batas antaralempeng samudera tersubduksi dengan batuan dasar prisma akresi jauhdi kedalaman bawah permukaan bumi.

Daerah ini sering disebutsebagai daerah Seismogenic Zone. Apabila batuan sediment yangtertekan sudah tidak kuat lagi menahan energi, maka energi tersebut akan dilepaskan. Pelepasan energi oleh batuan tersebut disebut sebagaigempa bumi tektonik yang menggetarkan batuan di daerahsekelilingnya merambat ke segala arah di dalam lapisan bumi sebagaigetaran gempa bumi. Getaran ini sampai ke permukaan bumi baik didarat maupun ke permukaan dasar laut berupa gerakan horizontalmaupun vertikal yang akan merusak infrastruktur yang ada dipermukaan tanah. Saat energi ini dilepaskan, umumnyastruktur batuandi dalam bumi akan terdeformasi dan biasanya diikuti pembentukanpatahan.Patahan tersebut berupa patahan naik (thrust fault)atau patahan normal (normal fault), maupun patahan geser (strike slipfault).

Sebagai contoh pada saat terjadi gempa-tsunami dahsyat di Acehpada tanggal 26 Desember 2004, di bawah daerah prisma akresi Acehtelah terbentuk patahan naik sepanjang kurang lebih 200 – 250 km ataudisebut juga sebagai megathrust fault.Disebutkan, di wilayah Jawa terdapat patahan Cimandiri mulai dariPelabuhan Ratu (Sukabumi) hingga Lembang (Bandung), ke arah timuryang mencapai panjang sekitar 102 km.Selain itu, patahan di sekitar Semarang, juga termasuk patahan aktifsepanjang 20-30 km ke Timur. Sedangkan, mulai wilayah Cirebonmenuju Jakarta terdapat patahan Baribis.''Patahan ini mulai dari Cilacap.hingga Utara, melewati Kuningan, Majalengka kemudian Jakarta.

Sementara di wilayah Jawa Tengah terdapat patahan hingga ke Porong,Sidoarjo, Jawa Timur.Sedangkan, patahan Opak yang menimbulkangempa di Yogya beberapa waktu lalu terdeteksi sepanjang 20 km. 

E. TATANAN TEKTONIK

Tatanan tektonik sebelah barat Sumatera dan selatan Jawa, didominasi oleh pergerakan ke utara dari tepian aktif lempeng samudera Hindia dan lempeng benua Australia terhadap lempengan Sunda dengan kecepatan sekitar 6-7 cm/tahun. Komponen gerakan lempengan yang relatif tegak lurus terhadap arah batas lempeng sebagian besar membentuk sesar-sesar naik di sepanjang zona subduksi Sumatera dan Java, sedangkan komponen lempeng yang parallel terhadap batas lempeng didominasi oleh terbentuknya sesar-sesar geser pada zona sesar.

Kajian tepian tektonik aktif difokuskan untuk mengidentifikasi bentuk geomorfologi dasar laut dari masing-masing segmen lempeng.Empat bentuk morfologi utama dapat diidentifikasi, seperti zona subduksi, palung laut, prisma akresi, dan cekungan busur muka.Gambaran bentuk geomorfologi dasar laut ini kemungkinan merupakan contoh morfologi dasar laut yang terbaik di dunia.

Batas-batas bentuk geomorfologi dasar laut ini sangat jelas terlihat pada rekaman seismic dan citra seabeam.Makin kearah selatan, dasar laut makin banyak mengalami pensesaran normal.Sesar-sesar ini nampaknya lebih intensif makin jauh dari palung laut.Pada sumbu palung, bentuk kerak samudera telah banyak mengalami pensesaran dan membentuk pola-pola horst dan graben secara luas.

Tatanan geologi kelautan Indonesia merupakan bagian yang sangat unik dalam tatanan kelautan dunia, karena berada pada pertemuan paling tidak tiga lempeng tektonik: Lempeng Samudera Pasifik, Lempeng Benua Australia-Lempeng Samudera India serta Lempeng Benua Asia.

Berdasarkan karakteristik geologi dan kedudukan fisiografi regional, wilayah laut Indonesia dibagi menjadi zona dalam (inboard) dan luar (outboard) yang menempati regim zona tambahan (contiguous), Zona Ekonomi Eksklusif dan Landan Kontinen. Bagian barat zona dalam ditempati oleh Paparan Sunda (Sunda Shelf) yang merupakan sub-sistem dari lempeng benua Eurasia, dicirikan oleh kedalaman dasar laut maksimum 200 m yang terletak pada bagian dalam gugusan pulau-pulau utama yaitu Sumatera, Jawa, dan Kalimantan (menurut Toponim internasional seharusnya disebut pulau Borneo).

Bagian tengah zona dalam merupakan zona transisi dari sistem paparan bagian barat dan sistim laut dalam di bagian timur.Kedalaman laut pada zona transisi ini mencapai lebih dari 3.000 meter yaitu laut Bali, Laut Flores dan Selat Makasar. Bagian paling timur zona dalam adalah zona sistem laut Banda yang merupakan cekungan tepian (marginal basin) dicirikan oleh kedalaman laut yang mencapai lebih dari 6.000 m dan adanya beberapa keratan daratan (landmass sliver) yang berasal dari tepian benua Australia (Australian continental margin) seperti pulau Timor dan Wetar (Curray et al, 1982, Katili, 2008).

Zona bagian luar ditempati oleh sistem Samudera Hindia, Laut Pasifik, Laut Timor, laut Arafura, laut Filipina Barat, laut Sulawesi dan laut Cina Selatan. Menurut Hamilton (1979), kerumitan dari tatanan fisiografi dan geologi wilayah laut Nusantara ini disebabkan oleh adanya interaksi lempeng-lempeng kerak bumi Eurasia (utara), Hindia-Australia (selatan), Pasifik-Filipina Barat (timur) dan Laut Sulawesi (utara).

Proses geodinamika global (More et al, 1980), selanjutnya berperan dalam membentuk tatanan tepian pulau-pulau Nusantara tipe konvergen aktif (Indonesia maritime continental active margin), dimana bagian luar Nusantara merupakan perwujudan dari zona penunjaman (subduksi) dan atau tumbukan (kolisi) terhadap bagian dalam Nusantara, yang akhirnya membentuk fisiografi perairan Indonesia.

F. MODEL TEKTONIK TEPIAN LEMPENG AKTIF

Lempeng samudera bergerak menunjam lempeng benua membentuk zona penunjaman aktif, sehingga wilayah perairan Indonesia di bagian barat Sumatera dan selatan Jawa disamping mempunyai potensi aspek geologi dan sumberdaya mineral juga berpotensi terjadinya bencana geologi (gempabumi, tsunami, longsoran pantai dan gawir laut).

Di bagian tengah kerak samudera India ini terbentuk suatu jalur lurus yang disebut Mid Oceanic Ridge (Pematang Tengah Samudra), sedangkan dibagian timurnya atau sebalah barat terbentuk jalur punggungan lurus utara – selatan yang disebut Ninety East Ridge  (letaknya hampir berimpit dengan bujur 90 timur) merupakan daerah mineralisasi (Usman, 2006). Bagian yang dalam membentuk cekungan kerak samudera yang terisi oleh sedimen yang berasal dari dataran India membentuk Bengal Fan hingga ke perairan Nias dengan ketebalan sedimen antara 2.000 – 3.000 meter (Ginco, 1999). Daerah Pematang Tengah Samudra pada Lempeng Indo-Australia merupakan implikasi dari proses Sea Floor Spereading (Pemekaran Lantai Samudera) yang mencapai puncaknya pada Miosen Akhir dengan kecepatan 6-7 cm/tahun,

Sebelumnya pada Oligosen awal hanya5cm/tahun (Katili, 2008).Memperlihatkan bentuk ideal geomorfologi pada tepian lempeng aktif adalah mengikuti proses-proses penunjaman yaitu palung samudera (trench), prisma akresi (accretionary prism), punggungan busur muka (forearc ridge), cekungan busur muka (forearc basin), busur gunungapi (volcanic arc), dan cekungan busur belakang (backarc basin). Busur gunungapi dan cekungan busur belakang lazimnya berada di bagian daratan atau kontinen (Lubis et al, 2007).

 

Gambar Komponen tektonik ideal pada penunjaman tepian lempeng aktif (Hamilton, 1979)

Hasil identifikasi bentuk dasar laut dari beberapa lintasan seismik, citra seabeam dan foto dasar laut maka dapat dikenali beberapa bentuk geomorfologi utama yang umum terdapat pada kawasan subduksi lempeng aktif.Empat bentuk morfologi utama dapat diidentifikasi, yaitu zona subduksi, palung laut, prisma akresi, dan cekungan busur muka.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 SIMPULAN

    Batas penunjaman lempeng samudera India dengan lempeng Eurasia secara tegas membentuk satuan geomorfologi palung samudera dengan kedalaman antara 6.000-7.000 meter yang arahnya tegak lurus terhadap arah penunjaman.

     Sebagai konsekuensi logis penunjaman lempeng samudera yang mempunyai densitas lebih tinggi dibandingkan lempeng benua maka terbentuk satuan geomorfologi prisma akresi yang merupakan proses campur-aduk dimana terjadi deformasi dasar laut secara besar-besaran. Proses geologi yang umum terjadi adalah perlipatandan sesar-sesar naik yang disertai dengan proses pengangkatan. Sesar-sesar normal dan mendatar banyak dijumpai pada daerah yang jauh dari palung samudera terutama pada punggungan dan tepian cekungan.

     Cekungan busur muka terbentuk antara punggungan busur muka dan busur gunungapi dimana proses sedimentasi dominan berasal dari bagian kontinen, sehingga umumnya membentuk geomorfologi cekungan memanjang a-symetri.

    Gambaran geomorfologi dasar laut di tepian lempeng aktif di barat Sumatera dan selatan Jawa memperlihatkan batas satuan yang jelas dan tegas sehingga merupakan contoh bentuk geomorfologi zona penunjaman yang terbaik di dunia.

Dasar Ketentuan Perilaku Kelompok di dalam organisasi

BAB I

Pendahuluan

1.1.           Latar Belakang

Kelompok dapat atau bahkan sering terbentuk karena masing-masing anggota mempunyai satu atau lebih karakteristik yang sama. Sering orang menyebut formasi ini sebagai kelompok persahabatan. Persekutuan social yang sering dkembangluaskan dari situasi kerja, dapat didasarkan pada usia yang sama atau mempunyai pandangan politik yang sama. Tidak ada alasan tunggal apa pun yang menjelaskan mengapa individu-individu bergabung membuat suatu kelompok. Karena kebanyakan orang termasuk ke dalam sejumlah kelompok, jelas bahwa kelompok-kelompok yang berlainan memberikan manfaat yang berbeda kepada anggotanya. Disini akan lebih lanjut dijelaskan alasan-alasan popular mengapa orang bergabung dan berperilaku dalam suatu kelompok.

1.2.        Tujuan

1.2.1.      Tujuan Umum

Guna menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang perilaku berorganisasi khususnya tentang dasar dasar perilaku berkelompok.

1.2.2.      Tujuan Khusus

o              Mengetahui perbedaan antara kelompok formal dan informal.

o              Melatih diri untuk menyusun karya tulis ilmiah sederhana.

o              Mengidentifikasi faktor-faktor kunci dalam menjelaskan perilaku kelompok

1.3.          Batasan masalah

Dikarenakan banyaknya sub bab dari materi tentang perilaku berorganisasi, kelompok kami mengkhususkan akan membahas sedikit banyaknya tentang dasar-dasar perilaku berkelompok. Di makalah ini kami akan mencoba menjelaskan bagaimana definisi dan klasifikasi kelompok, Tahap-Tahap Perkembangan Kelompok dan sebagainya.

1.4.          Metode Penulisan

Penyusunan tugas ini disusun yang bersumber pada buku-buku mengenai dasar perilaku kelompok, internet , dan dari sumber informasi lainnya.

1.5.          Sistematika Penulisan

Penyusunan tugas ini secara garis besar terdiri dari 4 (empat) bab, yaitu diuraikan sebagai 

        berikut:

               Bab I                     PENDAHULUAN

Pada Bab ini akan dibahas mengenai latar belakang pemilihan judul, tujuan penulisan, batasan masalah, metode penulisan, dan sistematika penulisan.

Bab II                    TINJAUAN PUSTAKA

Pada Bab ini dibahas mengenai Definisi Kelompok, Klasifikasi Kelompok, Teori Pembentukan Kelompok, Alasan Pembentukan Kelompok, Tahap-Tahap Perkembangan Kelompok, Struktur Kelompok, Sumber Daya Anggota Kelompok, dan Pembuatan Keputusan Kelompok,

Bab III   PEMBAHASAN

Pada Bab ini akan dibahas analisis studi kasus dasar perilaku kelompok.

Bab IV   KESIMPULAN

Bab II

Tinjauan Pustaka

 

2.1.        Definisi Kelompok

Kelompok adalah Suatu kumpulan orang yang satu sama lain saling berhubungan secara teratur, selama jangka waktu dan mereka melihat bahwa mereka saling bergantung mengenai pencapaian satu atau lebih tujuan bersama (Wexley dan Yulk,1977).

Kelompok adalah Dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung, yang saling bergabung untuk mencapai sasaran tertentu (Stephen Robbins,2003).

2.2.        Klasifikasi Kelompok

Perilaku Kelompok dalam organisasi


Gambar  2.1 Bagan Klasifikasi Kelompok

2.2.1.          Kelompok Formal

Suatu kelompok rancangan yang ditetapkan dalam struktur organisasi yang dibentuk oleh organisasi formal yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi.

   Kelompok perintah

Kelompok yang terdiri dari para bawahan yang melapor langsung pada manajer tertentu. Kelompok formal ini tersusun atas Atasan dan Bawahan dan  ditentukan oleh bagan organisasi. Contoh seorang kepala sekolah dan dua belas guru yang  membentuk suatu kelompok perintah.

   Kelompok Tugas

Kelompok yang ditetapkan secara organisasional yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas.

2.2.2.          Kelompok Informal

Aliansi atau kelompok  yang tidak tersetruktur atau tidak ditetapkan secara organisasional. Kelompok ini terbentuk secara alamiah sebagai suatu tanggapan terhadap kebutuhan untuk mengadakan kontak sosial.

   Kelompok Kepentingan

Kelompok yang bekerja sama untuk mencapai suatu sasaran khusus yang menjadi kepedulian bersama.

   Kelompok Persahabatan

Kelompok persahabatan merupankan kelompok yang terbentuk karena para anggota individunya memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama. Itulah bentuk kesetiakawanan sosial yang sering kali berkembang diluar situasi kerja.

2.3.        Teori Pembentukan Kelompok

 

2.3.1.        PROPINQUITY THEORY

Teori ini menyatakan bahwa kelompok terbentuk karena kedekatan dalam ruang, atau kedekatan secara geografis.

Contoh Kasus: kelompok warga desa X yang terbentuk karena berada di satu wilayah yang sama.

2.3.2.        INTERACTION THEORY (George HOMANS)

  Semakin banyak aktivitas yang dilakukan bersama :

    - semakin besar frekuensi interaksi

    - semakin kuat perasaan keterikatan/kebersamaan

Contoh kasus: Suatu kelompok mahasiswa terbentuk karena banyak aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama, sehingga sering terjadi interaksi dan komunikasi maka kebersamaan akan terbentuk.

·        Semakin banyak interaksi antar orang-orang tersebut :

    - semakin banyak aktivitas yang mereka lakukan bersama

    - perasaan keterikatan semakin kuat

Contoh kasus: karena banyaknya interaksi yang dilakukan menjadikan banyak aktifitas yang dilakukan hal ini cenderung membuat kumpulan individu ini membentuk kelompok.

·        Semakin kuat perasaan antar sesama orang  :

    - semakin banyak aktivitas bersama

    - semakin banyak interaksi

Contoh kasus: karena kecocokan minat dan adanya chemistry antar individu, menyebabkan semakin banyak nya interaksi dan aktifitas yang dilakukan dan hal ini menjadi faktor individu membentuk suatu kelompok.

 

2.3.3.        BALANCE THEORY

Teori ini menyatakan bahwa orang saling tertarik satu sama lainnya berdasarkan pada kesamaan sikap dan nilai terhadap obyek-obyek dan tujuan tertentu yang relevan.

Contoh kasus: Dalam gambar diperlihatkan bahwa X akan tertarik pada Y, dan akan cenderung untuk berkelompok, karena adanya kesamaan sikap dan nilai (Z).

Perilaku Kelompok dalam organisasi


2.3.4.        EXCHANGE THEORY

Teori ini mengatakan bahwa kelompok terbentuk berdasarkan pada pertimbangan “cost-reward” (untung-rugi).Yang dimaksud dengan “reward” disini antara lain berupa terpenuhinya kebutuhan; sedangkan “cost”-nya antara lain adalah kecemasan, frustrasi, rasa malu, kelelahan.

Orang akan tertarik untuk membentuk kelompok, atau untuk bergabung dalam satu kelompok, bilamana reward-nya lebih besar daripada cost-nya.

Contoh Kasus:

Individu X tertarik berkelompok dengan individu Y karena Y adalah orang terkenal, sehingga apabila X bergabung dengan Y mungkin akan ikut terkenal.

 

2.4.        Struktur Kelompok

Kelompok kerja bukanlah sekumpulan individu yang tidak terorganisir, kelompok kerja mempunyai suatu struktur yang membentuk perilakku anggotanya dan memungkinkan untuk menjelaskan dan meramalkan bagian besar dari perilaku individual di dalam kelompok maupun kinerja kelompok itu sendiri.

Struktur kelompok ini antara lain: Kepemimpinan Formal, peran, norma, ukuran kelompok, komposisi kelompok, kekohesifan, dan status kelompok.

1.            Kepemimpinan Formal

Pemimpin formal dalam kelompok umumnya mempunyai jabatan khusus seperti manajer bagian,penyelia, mandor, pimpinan proyek, kepala satuan tugas,ataupun ketua komite, pemimpin ini memiliki peran dan fungsi penting dalam keberhasilan kelompok. (untuk lengkapnya akan di bahas di bab kepemimpinan).

2.            Peran

Seseorang bisa memainkan beberapa peran. Peran yaitu pola perilaku sesuai dengan posisi  yang di diberikan, sehubungan dengan posisi yang diberikan dalam suatu unit sosial. Banyak diantara peran-peran yang diemban tersebut bersifat sejalan, namun beberapa peran justru menciptakan konflik. Contoh tawaran promosi pada pekerjaan menghendaki pindah kota, sementara peran sebagai istri tak mungkin bisa pindah. Dapatkan tuntutan perannya sebagai pekerja disesuaikan dengan perannya sebagai istri ?

Dalam realitas hidup ternyata kita dituntut memainkan banyak peran, ketika dilingkungan pekerjaan orang-orang menuntut peran yang berbeda dengan ketika kita dirumah sebagai istri dan Ibu anak-anaknya.

Pemahaman tentang perilaku peran dapat disederhanakan secara dramatis jika masing-masing dari kita memilih suatu peran dan memainkan secara reguler dan konsisten. Sayangnya kita diminta untuk memaikan bermacam-macam peran, baik didalam maupun diluar pekerjaan kita.

Beberapa Kesimpulan bardasarkan hasil penelitian tentang peran:

o Orang-orang hampir dipastikan memainkan peran ganda dalam kesehariannya.

o orang-orang mempelajari peran dari rangsangan yang diterima dari sekitarnya seperti  teman-teman. Buku, film dan televisi.

o Orang memiliki kemampuan berganti peran dengan cepat ketika mereka menyadari bahwa situasi dan tuntutan benar-benar menghendaki perubahan yang sangat penting..

o Orang-orang sering mengalami konflik peran ketika mendapati persyaratan dari suatu peran merupakan hal yang ganjil bagi peran yang lain.

Manfaat bagi manajer yang Memiliki Pengetahuan tentang Peran

Pengetahuan tentang peran membantu manajer ketika berhubungan dengan pegawai untuk memikirkan dari kelompok mana terutama mereka teridentifikasi pada saat itu dan perilaku apa yang diharapkan dari mereka dalam peran tersebut.

Perspektif seperti ini membuat anda lebih akurat dalam meramalkan perilaku para pegawai dan menuntun anda untuk menentukan apa yang terbaik untuk dilakukan dalam menangani situasi yang terjadi pada pegawai tersebut.  

3.            Norma

Pernahkah anda memperhatikan bahwa para pegawai tidak mengkritik Bos mereka didepan  umum? Hal ini karena adanya norma, yaitu, adanya standar perilaku yang diterima dalam suatu kelompok yang dirasakan bersama-sama oleh para anggota kelompok tersebut.

Setiap kelompok akan membentuk serangkaian normanya sendiri-sendiri.seperti bagaimana berpakaian yang tepat, kapan waktunya berhura-hura diterima, siapa yang pantas mendapat perhatian yang besar dari para manajer, seberapa keras mereka seharusnya bekerja, bagaimana cara mereka menyelesaikan perkerjan. Norma-norma ini sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan secara individu.

Ketika norma ini disetujui dan diterima oleh kelompok, norma bertindak sebagai alat dalam mempengaruhi perilaku anggota kelompok dengan pengendalian ekternal yang minimum.

Kunci utama mengenai norma adalah bahwa kelompok menggunakan tekanan kepada anggotanya untuk menuntun perilaku anggota tersebut agar menyesuaikan diri dengan standar kelompok. Jika melanggar norma anggota kelompok akan bertindak untuk mengoreksinya atau menghukumnya.

4.            Ukuran

Apakah ukuran kelompok mempengaruhi perilaku? Jawabnya pastilah, ya. Bukti menunjukkan bahwa kelompok kecil lebih cepat menyelesaikan tugas dibanding kelompok yang lebih besar. Akan tetapi, jika kelompok tersebut sedang terlibat dalam pemecahan masalah, kelompok yang besar secara konsisten mendapat nilai yang lebih baik.

Ada beberapa parameter. Kelompok besar dengan anggota selusin memang bagus untuk mendapatkan berbagai input.Jadi untuk menemukan fakta, misalnya, kelompok yang besar mestinya lebih efektif. Sebaliknya kelompok yang kecil lebih baik dalam melakukan sesuatu yang produktif dengan menggunakan input-input tadi.

Penemuan yang paling penting sehubungan dengan ukuran, diberi nama social loafing  (kemalasan sosial). Maksudnya adalah kecenderungan individu untuk memberikan hanya sedikit usaha ketika bekerja secara kolektif dibanding, jika mereka bekerja secara individu.

Contoh:

Individu A mampu mengangkat beban maks.berat 30kg. Individu B mampu mengangkat beban maks.berat 40kg. Pada saat mereka bekerjasama, ternyata malah tidak mampu mengangkat beban 70kg, melainkan hanya 67kg à terjadi social loafing sebesar 3 kg. Social loafing dapat terjadi karena adanya social inhibition, yaitu:

·        self handicapping, ialah suatu cara sedemikian rupa sehingga kelompok malah merintangi seseorang untuk bekerja menghasilkan performansi dengan baik secara individual.

·        self conformity, ialah suatu bentuk rintangan sosial yang membuat anggota melakukan sesuatu yang tidak benar karena adanya pengaruh- pengaruh kelompok yang tidak dapat dihindari, misalnya ada anggota kelompok yang terpaksa turut korupsi karena ada tekanan dari kelompoknya supaya bersama-sama korupsi.              

Social loafing  terjadi disebabkan oleh adanya orang-orang yang disebut “free rider”, yaitu mereka yang tidak jujur (tidak fair) dalam menyumbangkan upayanya atau kinerjanya dalam kebersamaan kerja, padahal mereka menerima penuh bagian dari keuntungan atau hasil kelompok.

Dari penelitian terungkap bahwa social loafing terjadi bilamana :

             Tugas dipandang tidak penting atau sederhana

             Anggota kelompok berpikir bahwa hasil perorangan tidak dapat diidentifikasi

             Anggota kelompok memandang bahwa teman lainnya juga tidak sungguh-sungguh kerjanya.

5.            Komposisi

Aktifitas kelompok memerlukan berbagai kemampuan dan pengetahuan.agar menjadi lebih logis untuk menyimpulkan bahwa kelompok heterogen mungkin akan lebih memiliki kemampuan dan informasi yang beragam dan mestinya lebih efektif diban-dingkan dengan kelompok yang homogen. Hanya saja biasanya elemen keragaman, pada awal saja sedikit mengganggu proses kelompok, karena membutuhkan penyesuaian bagaimana cara bekerjasama melalui ketidakcocokan pendapat dan pendekatan yang berbeda untuk menyelesaikan masalah.

6.            Kekohesifan (Kekompakan)

Kekompakan merupakan suatu hal penting karena terbukti erat kaitannya dengan produktifitas kelompok. Studi secara konsisten memperlihatkan bahwa hubungan kekompakan dengan produktifitas tergantung pada norma kinerja yang dibangun oleh kelompok tersebut.

Semakin kompak kelompok tersebut semakin mengarah pada tujuannya, maka semakin tinggi produktifitasnya dengan syarat didukung norma yang tinggi, tapi sebaliknya jika norma rendah akan menurunkan produktifitasnya.

Bagimana cara bagi manajer untuk meningkatkan kekompakan kelompok?

o   Bentuklah kelompok yang lebih kecil.

o   Usahakan kelompok melaksanakan tujuan yang disepakati bersama.

o   Tingkatkan waktu untuk dihabiskan bersama kelompok.

o   Tingkatkan status kelompok dengan membangun citra tentang sulitnya mendapatkan keanggotaan dalam kelompok tersebut.

o   Rangsanglah persaingan dengan kelompok lain.

o   Berikan penghargaan kepada kelompok bukan terhadap anggota perseorangan.

o   Lakukan isolasi kelompok secara fisik

Hubungan antara kohesifitas, norma kinerja, dan produktivitas

Perilaku Kelompok dalam organisasi


Tabel 2.1  Hubungan antara kohesifitas, norma kinerja, dan produktivitas

Dengan adanya variabel norma kinerja yang diberlakukan dalam kelompok, meskipun kohesivitas tinggi, tetapi bilamana norma kinerja rendah, maka akibatnya produktivitas juga rendah.

Hubungan antara Kohesifitas dengan ukuran, kepuasan, waktu, keberhasilan, penderitaan

·        Semakin besar ukuran kelompok, semakin berkurang kepuasannya, semakin kurang kohesivitasnya.

·        Semakin besar ukuran kelompok, semakin berkurang kinerjanya

·        Semakin besar ukuran kelompok, semakin kurang partisipasi anggota.

·        Semakin besar ukuran kelompok, semakin besar social loafing-nya.

·         Semakin besar ukuran kelompok, semakin berkurang motivasi kerjanya.

·        Semakin besar ancaman (dari luar) terhadap kelompok, semakin meningkat kohesivitasnya.

·        Semakin lama bekerjasama dalam kelompok, semakin kohesif.

·        Semakin sulit menerima anggota dalam kelompok, semakin kogesif kelompok

·        Semakin berhasil usaha kelompok, semakin kohesif kelompok

·        Semakin berhasil usaha kelompok, semakin puas kelompok.

·        Semakin kohesif kelompok, semakin tinggi produktivitasnya.

·        Semakin kohesif suatu kelompok, semakin solider terhadap teman anggotanya

·        Semakin sama pandangan para anggota kelompok, semakin kohesif kelompok.

·        Semakin senasib para anggota kelompok, semakin kohesif kelompok

7.            Status

Status merupakan pembedaan peningkatan gengsi, posisi atau peringkat dalam kelompok , status bisa ditentukan secara formal, yaitu oleh oganisasi, seperti melalui titel atau gelar seperti “juara kelas berat dunia” atau “yang paling menyenangkan”.

Dalam studi restoran klasiknya, William F.Whyte menunjukkan pentingnya sebuah status. Ia memberi gagasan bahwa orang-orang akan bekerja lebih sopan jika pegawai dengan status yang lebih tinggi memulai kebiasaan suatu tindakan terhadap pegawai dengan status yang lebih rendah. Dia menemukan contoh-contoh, dimana bila mereka yang memiliki status lebih rendah memprakarsai suatu tindakan, konflik akan muncul antara sistem status formal dan informal.

2.5.        Alasan Pembentukan Kelompok

Perilaku Kelompok dalam organisasi


Tabel 2.2  Alasan Pembentukan Kelompok

2.6.        Tahap-Tahap Perkembangan Kelompok

Model 5 Tahap

Perilaku Kelompok dalam organisasi


1.            Tahap 1: Forming (pembentukan).

sifatnya masih mencari-cari atau masih banyak ketidakpastian, misalnya siapa pemimpinnya? apa tujuan yang ingin dicapai?, bagaimana cara mencapainya?

Tahapan untuk menentukan:

·        Keterkaitan dengan tugas, tanggung jawab masing-masing anggota

·        Tujuan/sasaran/hasil yang diinginkan

·        Struktur dan proses kelompok

·        Sosok yang akan menjadi/dijadikan pimpinan

Perasaan yang terjadi:

·        Rasa bangga terpilih/diterima dlm kelompok

·        Antisipasi tentang hal-hal yang bisa dilakukan

·        Kecurigaan, ketakutan, dan kecemasan tentang hal-hal yang mungkin terjadi

·        Keterikatan awal dengan kelompok

2.            Tahap 2: Storming (beradu pendapat)

Tahap konflik dalam kelompok seperti beradu pendapat karena perbedaan-perbedaan pandangan para anggota dalam eksistensinya dalam kelompok

Hal-hal yang biasa terjadi:

·        Pemahaman yang lebih baik tentang tugas dan kompleksitasnya, dan dampak terhadap interaksi antar anggota

·        Mengembangkan posisi berlawanan (membanding-bandingkan dengan anggota lain)

·        Keragu-raguan terhadap kompetensi pimpinan

·        Tingkat emosi dan ketegangan yang tinggi

·        Konflik intrakelompok yang meningkat

Perasaan:

·        Kecemburuan, keterpecahan

·        Naik-turunnya (fluktuasi) kualitas hubungan

·        Berbagai perasaan cepat muncul secara bergantian

·        Perhatian berlebihan terhadap beban kerja (terlalu berat VERSUS terlalu ringan)

·        Mempertanyakan keterlibatan dan komitmen anggota

3.            Tahap 3: Norming

pembentukan aturan yang digunakan sebagai norma perilaku kelompok dan para anggotanya dalam mencapai tujuan seperti berkembangnya hubungan yang karib dan memperagakan kehohesifan (kekompakan).

Hal-hal yang biasa terjadi:

·        Mulai bisa menerima anggota-anggota lain dan menyadari tanggung jawab pribadi

·        Mulai ditemukannya norma yang sesuai untuk diterapkan, baik diungkapkan secara terbuka atau hanya disimpan dalam hati

·        Kelompok mulai belajar bagaimana cara mengelola konflik

·        Kompetisi “power” sudah berakhir

·        Kelompok mulai menerima kenyataan tentang perlunya dilakukan perubahan

Perasaan yang biasa muncul:

·        Kelegaan karena beberapa masalah terpecahkan

·        Munculnya kembali optimisme

·        Semangat kebersamaan atau semangat yang sama di antara anggota

4.            Tahap IV: Performing (Pelaksanaan)

struktur telah sepenuhnya fungsional dan diterima dengan baik; energi kelompok bergeser dari mencoba memahami satu sama lain ke pelaksanaan tugas di depan mata

Hal yang biasa terjadi:

·        Mampu menempatkan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh kelompok.

·        Anggota kelompok saling support satu sama lain dalam menentukan perilaku dalam berkelompok.

·        Kelompok fokus terhadap produktivitas kerja

·        Tujuan kelompok sangat di utamakan

·        Tingginya saling ketergantungan antara anggota kelompok.

Perasaan yang umum:

·        Kepuasan yang terpenuhi

·        Rasa gembira dan rileks saat bekerja

·        Toleran dan pengertian antar anggota kelompok

5.            Tahap V: Adjourning (Penundaan)

Selesainya pencapaian tujuan, kelompok beristirahat bekerja atau bubar, khususnya kelompok yang tujuannya spesifik dalam waktu yang terbatas atau sementara

Biasanya terjadi untuk tugas-tugas projek atau penugasan yang bersifat sementara (temporary)

Hal yang biasa terjadi:

·        Perhatian kelompok terfokus pada menata kembali hasil kerja

·        Anggota kelompok mempertanyakan apakah masih akan tetap bergabung atau mencari/membentuk kelompok lain karena sudah bergesernya prioritas kebutuhan/keinginan

Perasan yang umum:

·        Muncul pengelompokan perasaan:

·        Sebagian berwarna positif: puas, optimis, dsb.

·        Sebagian berwarna ketidakpuasan, kekecewaan, depresi

2.7.        Sumber Daya Anggota Kelompok

Kinerja dan tingkat potensial sebuah kelompok bergantung sebagian besar pada sumber daya yang dibawa masing-masing anggota kelompok ke kelompok itu sendiri. Dalam bagian ini ada 2 sumber daya yang penting yaitu kemampuan, dan kepribadian.

1.            Kemampuan dan Keterampilan

Keterampilan hubungan antar personal secara konsisten muncul sebagai hal yang penting dalam menentukan kinerja dari sebuah kelompok, keterampilan ini mencangkup manajemen konflik dan resolusi, pemecahan masalah kolaboratif, dan komunikasi. Sebagai contoh, para anggota harus mampu mengenal jenis dan sumber dari konflik yang melanda kelompok dan harus mengimplementasikan suatu strategi resolusi untuk konflik yang tepat.

2.            Karakteristik Kepribadian

Ciri dari kepribadian seorang individu dalam kelompok sangat mempengaruhi kinerja dalam kelompok, karena hal tersebut berhubungan dengan cara bagaimana individu tersebut berinteraksi dengan anggota  kelompok yang lainnya.

Contoh: ada dua  budaya/karakteristik yang mempengaruhi kinerja dalam kelompok yaitu kepribadian yang berkonotasi positif yang berhubungan dengan kekohesifan, semangat, dan produktivitas seperti kemahiran bergaul,inisiatif, keterbukaan, dan fleksibilitas. Kontras dengan hal itu ada kepribadian yang berkonotasi negatif seperti otoriter, dominasi, dan ketidak transparasian.

2.8.        Pembuatan Keputusan Kelompok

·        Kekuatan

             Informasi lebih lengkap

             Meningkatkan keanekaragaman pandangan

             Keputusan lebih tepat

             Meningkatkan penerimaan terhadap keputusan

·        Kelemahan

             Lebih lambat

             Meningkatkan tekanan untuk menyesuaikan diri

             Dominasi oleh satu atau beberapa anggota

             Tanggung jawab menjadi tidak pasti

2.9.        Pengambilan Keputusan Kelompok Individu versus Kelompok

Nilai tambah paling utama keputusan yang dibuat individu adalah efisiensi, juga memiliki akuntabilitas yang jelas, karena individu itu sendiri yang lebih bertanggung jawab, dan cenderung menghasilkan nilai-nilai yang konsisten, sedang keputusan kelompok bisa mengalami perjuangan kekuasaan dari dalam kelompok itu sendiri.

Bandingkan hal diatas dengan kekuatan pembuatan keputusan kelompok yang mengahasilkan informasi dan ilmu pengetahuan yang lebih komplit, lebih banyak mendapat input dalam proses keputusan. Disamping banyak input, juga dapat melibatkan keheterogenan dalam proses keputusan tersebut. Sehingga menghasilkan keanekaragaman pandangan, jadi banyak pendekatan dan alternatif yang dapat dipertimbangkan. Kelompok menghasilkan kualitas yang lebih tinggi dan tentunya lebih efektif.

Jadi mana yang lebih baik Individu atau Kelompok? Jawabannya jelas itu tergantung. Adakalanya itu terbaik diambil keputusan individu,  dan sebaliknya lebih dipilih keputusan kelompok.

2.10.      Teknik Pengambilan Keputusan

1.            Interaksi kelompok

Anggota-anggota kelompok saling berinteraksi satu sama lain. Dengan cara bertukar pikiran satu sama lain dan berkumpul dalam satu tempat.

 

2.            Brainstorming

Teknik brainstorming adalah teknik untuk menghasilkan gagasan yang mencoba mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan ini mendorong munculnya banyak gagasan, termasuk gagasan yang, liar, dan berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan gagasan yang kreatif. Brainstorming sering digunakan dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah bersama.

3.            Teknik nominal kelompok

Suatu metode pengambilan keputusan kelompok dalam mana anggota-anggota individual bertemu tatap muka untuk mengumpulkan pertimbangan mereka dalam suatu cara yang sistematik tetapi tak bergantungan

Contoh teknik ini adalah:

·        Membuat gagasan-gagasan secara individual untuk memecahkan masalah tertentu

·        Gagasan-gagasan dikumpulkan dan dicatat

·        Individu-individu tersebut berkumpul dan memilih gagasan-gagasan

·        Gagasan dijelaskan

·        Gagasan-gagasan dievaluasi

·        Kelompok mengurangi gagasan sampai ditemukan pemecahan yang memuaskan

Teknik ini cocok digunakan untuk rapat mengenai rencana jangka panjang, kurang begitu cocok untuk rencana jangka pendek. Keuntungan dari teknik ini adalah setiap anggota bisa mengekspresikan pandangan tanpa adanya intimidasi dari anggota kelompok yang lebih berkuasa atau yang aktif bicara.

4.            Pertemuan Elektonik

Sebuah pertemuan di mana para anggotanya berinteraksi menggunakan komputer, yang memungkinkan anonimitas(Tanpa mencantumkan nama) komentar dan pemberian suara.

Bab III

Pembahasan

 

3.1. Studi Kasus Dasar Perilaku Kelompok

 Nama Kelompok              : Dasar-Dasar Perilaku Kelompok

Institusi                               : Universitas Komputer Indonesia

Jumlah anggota                : 3 orang

Jenis Kelompok                 : Kelompok Formal, Kelompok Tugas

3.2. Analisis

Tahap Pembentukan Kelompok

1. Tahap 1: Forming (Pembentukkan)

Pada tahap yang awal ini terjadi banyaknya ketidakpastian seperti siapakah yang akan menjadi ketua kelompok, apa pekerjaan yang harus dilakukan,  tujuan apa yang harus dicapai, serta timbulnya rasa kecurigaan, dan kecemasan tentang apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Namun pada fase ini mulai adanya rasa keterikatan (Chemistry) di dalam kelompok.

2. Tahap 2: Storming (Perdebatan)

Konflik internal mulai terlihat di dalam fase ini, hal yang terjadi di dalam fase ini seperti perdebatan pembagian tugas yang harus dilakukan oleh setiap anggota kelompok, hingga adanya sikap membanding-bandingkan dengan kelompok lain, menjadikan tantangan tersendiri untuk menyelesaikan konflik internal dalam kelompok.

3. Tahap 3: Norming

Kelegaan muncul saat beberapa konflik atau masalah internal terpecahkan, akhirnya anggota kelompok mampu memahami apa tanggung jawab masing-masing anggota, sehingga pekerjaan kelompok lebih terfokus terhadap tujuan awal yang akan dicapai.

4. Tahap 4: Performing (Pelaksanaan)

Ketergantungan antar anggota semakin meningkat karena disinilah proses pencapaian tujuan, maka hal yang harus diperhatikan adalah saling support sesama anggota, dan produktifitas masing masing anggota, agar tujuan kelompok dapat tercapai dengan sempurna.

5. Tahap 5: Adjourning (Penundaan)

Tahap ini belum tercapai karena tujuan kelompok belum tercapai.

3.3. Struktur Kelompok

1. Kepemimpinan Formal

Tentu saja meskipun memiliki anggota yang sedikit, namun kelompok ini memerlukan pemimpin yang dapat mengawasi, mengatur, dan memberikan arahan kepada anggota-anggotanya dalam pencapaian tujuan kelompok.

2. Peran

Dalam hal ini, peranan dan tugas masing-masing anggota sudah dilakukan semaksimal mungkin meskipun ada terjadinya sedikit konflik pemilihan peran, namun dapat di selesaikan dengan baik.

3. Norma

Tidak ada norma khusus dalam kelompok ini meskipun jenis kelompok ini merupakan kelompok formal, namun norma-norma khusus seperti perilaku antara bawahan terhadap atasan tidak diterapkan karena dalam kelompok ini statusnya atas dasar friendship.

4. Ukuran

Meskipun dengan ukuran yang kecil, kelompok ini mampu menyelesaikan konflik dengan cepat dan tuntas, hal ini membuktikan teori bahwa semakin sedikit ukuran, maka semakin kohesif suatu kelompok. Dan social loafing tidak ditemukan di kelompok ini.

5. Kohesifitas

Kecilnya ukuran kelompok ini menjadi nilai plus dalam kohesifitas, namun ada nilai minusnya yaitu sedikitnya waktu yang tersedia dapat menyebabkan turunnya kohesifitas dalam kelompok ini.

6.            Status

Tidak ada status khusus yang diberikan kepada setiap anggota di kelompok ini, meskipun pemberian status itu penting untuk meningkatkan motivasi kerja anggotanya.

3.4. Teknik Pengambilan Keputusan

Teknik pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kelompok ini adalah dengan cara sederhana yaitu dengan cara interaksi kelompok untuk menentukan peran dan tugas anggota serta menyelesaikan konflik kelompok.

Bab IV

Kesimpulan

Hasil dari tujuan kelompok dan kinerja dari kelompok itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti perkembangan kelompok, struktur kelompok ( kepemimpinan formal,peran, norma, status, kekohesifan,komposisi,ukuran) dan pengambilan keputusan kelompok dalam mengatasi konflik atau menambah ide atau gagasan. Teknik pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kelompok ini pun sederhana yaitu dengan cara interaksi kelompok untuk menentukan peran dan tugas anggota serta menyelesaikan konflik kelompok. Aspek diatas harus dikelola dengan baik agar hasil dari tujuan kelompok itu sendiri sesuai atau lebih dari yang diharapkan oleh kelompok serta anggota-anggotanya.