Sebarkan Ilmu Untuk Indonesia Yang Lebih Maju
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

SEJARAH AISYAH Binti ABU BAKAR r.a

Rasulullah SAW membuka lembaran kehidupan rumah tangganya dengan Aisyah r.a yang telah banyak dikenal. Ketika wahyu datang pada Rasulullah SAW, Jibril membawa kabar bahwa Aisyah adalah istrinya didunia dan diakhirat, sebagaimana diterangkan didalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah r.a, " Jibril datang membawa gambarnya pada sepotong sutra hijau kepada Nabi SAW, lalu berkata.' Ini adalah istrimu didunia dan di akhirat." Dialah yang menjadi sebab atas turunnya firman Allah SWT yang menerangkan kesuciannya dan membebaskannya dari fitnah orang-orang munafik. 
Aisyah dilahirkan empat tahun sesudah Nabi SAW diutus menjadi Rasul. Semasa kecil dia bermain-main dengan lincah, dan ketika dinikahi Rasulullah SAW usianya belum genap sepuluh tahun. Dalam sebagian besar riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya. 
Dua tahun setelah wafatnya Khadijah r.a datang wahyu kepada Nabi SAW untuk menikahi Aisyah r.a. Setelah itu Nabi SAW berkata kepada Aisyah, " Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutra seraya berkata,' Ini adalah istrimu.' Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata kepadanya,' Jika ini benar dari Allah SWT , niscaya akan terlaksana." 
Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan istrinya sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah SAW setuju menikahi putri mereka, Aisyah. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuh berkah itu. Setelah pertunangan itu, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah bersama para sahabat, sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Makkah. Setelah beliau menetap di Madinah, beliau mengutus orang untuk menjemput mereka, termasuk didalamnya Aisyah r.a. 
Dengan izin Allah SWT menikahlah Aisyah dengan mas kawin 500 dirham. Aisyah tinggal dikamar yang berdampingan dengan masjid Nabawi. Dikamar itulah wahyu banyak turun, sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. Dihati Rasulullah SAW, kedudukan Aisyah sangat istimewa, dan tidak dialami oleh istri-istri beliau yang lain. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan, " Cinta pertama yang terjadi didalam Islam adalah cintanya Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a." 
Didalam riwayat Tirmidzi dikisahkan "Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah dihadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya,' Sungguh celaka kamu. Kamu telah menyakiti istri kecintaan Rasulullah SAW." Sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah SAW terhadap Aisyah sangat besar, mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Bahkan ketika Aisyah wafat, Ummu Salamah berkata, 'Demi Allah SWT, dia adalah manusia yang paling beliau cintai selain ayahnya (Abu Bakar)'. 
Di antara istri-istri Rasulullah SAW, Saudah bin Zum`ah sangat memahami keutamaan-keutamaan Aisyah, sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah. 
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah SAW rela. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu, salah satunya, dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah SAW. Menjelang wafat, Rasulullah SAW meminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat dirumah Aisyah selama sakitnya hingga wafat. Dalam hal ini Aisyah berkata, "Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah SAW wafat dipangkuanku." 
Bagi Aisyah, menetapnya Rasulullah SAW selama sakit dikamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. Rasulullah SAW dikuburkan dikamar Aisyah, tepat ditempat beliau meninggal. Sementara itu, dalam tidurnya, Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Ketika dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, Abu Bakar berkata, "Jika yang engkau lihat itu benar, maka dirumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia dimuka bumi." Ketika Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar berkata, "Beliau adalah orang yang paling mulia diantara ketiga bulanmu." Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur dirumah Aisyah. 
Setelah Rasulullah SAW wafat, Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat, namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar, penuh kerelaan terhadap taqdir Allah SWT dan selalu berdiam diri didalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah SWT. 
Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah kemakam Nabi SAW. Ketika istri-istri Nabi SAW hendak mengutus Ustman menghadap khalifah Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi SAW yang merupakan bagian mereka, Aisyah justru berkata, "Bukankah Rasulullah SAW telah berkata, 'Kami para nabi tidak meninggalkan harta warisan. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah." 
Dalam penetapan hukum pun, Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. Didalam Thabaqat, Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul Mukminin Aisyah r.a. Ketika itu Hafshah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal. 
Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Al Qur`an dan Sunnah. Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau. Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah SAW jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ia memperoleh ilmu langsung dari Rasulullah SAW. Aisyah termasuk wanita yang banyak menghapalkan hadits-hadits Nabi SAW, sehingga para ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghapal hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas. 
Dalam hidupnya yang penuh dengan jihad, Sayyidah Aisyah wafat pada usia 66 th, bertepatan dengan bulan Ramadhan,th ke-58 H, dan dikuburkan di Baqi`. Kehidupan Aisyah penuh dengan kemuliaan, kezuhudan, ketawadhuan, pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah SAW, selalu beribadah serta senantiasa melaksanakan shalat malam. Selain itu, Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga didalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu dinar pun. Dimana sabda Rasul, "Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma." (HR. Ahmad )

METODOLOGI SEJARAH ISLAM


Disusun Oleh:

Nama
NPM
Prodi
Kelas








SEKOLAH TINGGI ONLINE ISLAM NEGERI
(STOIN) INDONESIA
2009 

A. Islam Pada Masa Rasulullah SAW
1. Kehidupan Awal Nabi Muhammad SAW
Muhammad lahir tanpa banyak perhatian orang. Dalam masyarakat yang dikuasai cukong dan banker besar, mungkin dengan gema gemuruh tentara gajah yang nyaris melenyapkan mereka, lahirlah bayi dari seorang janda miskin, tentu sangat biasa seperti angin gurun. Memang ada sentuhan kebesaran karena ia anggota bangsawan Quraisy. Ayahnya telah tiada dan kakeknya Abdul Muthalib sangat sudah uzur. Boleh sedikit gembira karena yang lahir itu bayi laki-laki, di negeri di mana pria adalah segalanya, tetapi tidak lebih dari itu.  tidak seorang pun berfikir bahwa pada hari itu, Senin 12 Rabiul Awwal 570 M, telah lahir seorang Rasul dalam wilayah Timur Tengah yang kelak mendulang sukses dalam dakwahnya sehingga menggemparkan dunia.
Nabi Muhammad saw. adalah anggota Bani Hasyim, suatu kabilah yang kurang berkuasa dalam suku Quraisy.  Muhammad lahir dalam keadaan yatim, karena ayahnya meninggal dunia tiga bulan setelah ia menikahi Aminah, sesuai dengan adat kebiasaan orang Arab yang menyerahkan pemeliharaan anak kepada orang lain, Muhammad dirawat oleh Halimah Sa’diyah, seorang ibu yang berasal dari bani Sa’id, suatu bani yang terkenal lughat Arab paling murni, indah dan fasih disemenanjung Arabia.  Muhammad dibesarkan dalam asuhan Halimah selama 4 tahun. Setelah itu, selama kurang lebih dua tahun dia berada dalam asuhan ibunya. Ketika berusia 6 tahun ibunya meninggal sehingga Muahammad menjadi yatim piatu selanjutnya Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, 2 tahun kemudian sang kakek meninggal dunia. Sang paman sangat sayang kepada keponakannya ini, hingga kemana pun pergi Muhammad selalu diajaknya.
Pada usia 12 tahun, Muhammad ikut berdagang bersama pamannya ke syiria. Dalam perjalanan mereka bertemu pendeta Kristen bernama Buhairah yang melihat tanda-tanda kenabian pada Muhammad. Pada usia 25 tahun, Muhammad berangkat ke Syiria membawa barang dagangan saudagar wanita kaya raya. Khadujah terpesona dengan sifat-sifat Muhammad yang terpuji, kemudian melamarnya dan mereka menikah.
2. Masa Kerasulan
a. Periode Mekah
Setelah menikah dengan khadijah, Muhammadsering berkontemplasi kegua Hira’ berhari-hari untuk bertafakur, ketika usianya menjelang 40 tahun. Pada suatu malam, tanggal 17 Ramadhan 611 M, malaikat Jibril muncul dihadapannya mennyampaikan wahyu Allah yang perma (surat Al-Alaq:1-5). Setelah mendapat wahyu Muhammad pulang dengan gemetar meminta isterinya menyelimutinya. Dalam beberapa lama Jibril tidak muncul lagi. Sementara nabi Muhammad selalu datang ke gua Hira’ untuk menantikannya. Dalam keadaan inilah turun wahyu yang membawa perintah kepadanya (surat Al-Mudatsir:1-7). Dengan turunnya perintah itu, mulailah Rasulullah berda’wah. Mula-mula beliau melakukannya secara diam-diam dilingkungan keluarga sendiri dan rekan-rekannya. Setelah beberapa lama dakwah dilakukan secara individual, turunlah perintah dakwah secara terbuka. Pada mulanya menyeru kerabatnya dari Bani Abdul Muthalib lalu masyarakat Arab umum.
Melihat dakwah nabi yang terang-terangan, pemimpin-pemimpin Quraisy berusaha mengalangi seperti yang dikutip oleh badri yatim,   sehingga banyak aksi-aksi kekerasan dari kaum Quraissy terhadap nabi dan pengikutnya. Pada tahun ke-5 kenabiannya, beliau mengajak hijrah keluar mekah, yaitu kota Habsyah (Ethiopia). Di sini mereka diterima dengan baik oleh Negus, sang raja yang adil. Sepulang dari pengungsian selama tiga bulan Rasulullah dan pengikutnya menemui tindakan yang lebih kejam, yaitu pemboikotan kepada Bani Hasyim secara keseluruhan.
Pada tahun ke-10 Kerosulannya, pemboikotan berakhir, tetapi Rosulullah mengalami cobaan ditinggalkan isteri tercinta khdijah, dan sang paman karena ipanggil Allah, melihat kaum kafir Quraisy sangat senang, sebatb 2 orang yang mereka segani telah tiada mereka semena-mena terhadap nabi Muhammad saw. Tahun ini inipula terjadi peridtwa Isra’ dan Mi’raj.
Muh Zuhri  mengatakan bahwa dakwah nabi pada periode Mekkah dikenal sebagai periode penanaman aqidah dan akhlak.

b. Periode madinah
Pada saat Nabi Muhammad saw. Tiba di Madinah masyarakat terbagi menjadi 3 golngan;
1. Kaum Anshor yang merupakan penduduk asli Madinah/kaum yang membantu kepentingan nabi.
2. Kaum Muhajirin, yaitu pengikut nabi yang hijrah dari Mekah ke Madinah untuk mencari perlindungan.
3. Kaum non muslim.
Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan Negara baru di Madinah, maka Rasulullah segera meletakan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat, pembangunan masjid, ukhuwah islamiyah, dan persahabatan dengan non muslim. Umat Islam di Madinah mengalami kemajuan yang sangat pesat sehinggga orang-orang mekah dan musuh lainnya menjadi cemas, dan mendorong untuk menyerang kaum muslimin di Madinah.
Pertama, perang Badar, perang antara kaum muslimin dengan musryik Quraisy pada tanggal 8 Ramadhan ke-2 Hijriah.   yang dimenangkan oleh pasukan islam, dendam semakin membara didada kaum afir Quraisy, sehinga memicu peperangan selanjutnya.
Kedua perang Uhud, perang ini terjadi pada tahun ke Hijriah. Kafir Quraisy membawa pasukan sekitar 3000 orang dan nabi menghadipanya dengan 1000 tentara. Pada awalnya peperangan dimenangkan oleh tentara muslim. Akan tetapi menjelang berakhir, barisan pemanah pasukan muslim meninggalkan pos penjagaanynya karena tergiur harta rampasan perang.
Ketiga, perang Khandag (parit), perang ini terjadi pada tahun ke-5 H. Dinamakan demikian karena dalam peperangan Rasulullah membuat parit sebagai salah satu strategi perang yang diusulkan Salman Al-Farisi. Peperangan ini dimenangkan oleh umat Islam.
Pada tahun ke-6 H, ketika ibadah haji sudah disyariatkan, nabi memimpin sekitar seribu kaum muslim berangkat ke Mekkah, bukan untuk berperang tetapi untuk beribadah. Namun pemuka Quraisy tidak menghendaki kedatangan umjat Islam sekalipun untuk menunaikan ibadah haji. Akhirnya diadakan perjanjian Hudaibiyah.
Selama 2 tahun perjanjian Hudaibiyah berlangsung, Dakwahislam sudah menjangkau jazirah Arab. Menyaksikan umat Islam semakin kuat pasca perjanjian Hubaidah, kaum kafir Quraisy memutuskan perjanjiansecara sepihak. Akibatnya Rasulullah dan 10.000 tentaranya berangkat ke Mekkah untuk menaklukan mereka. Tanpa perlawanan dari kaum Quraisy Mekkah dalam kekuasaan nabi.
Pada tahun ke-10 H Nabi Muhammad saw menunaikan ibadah haji ke Mekkah, rupanya ini merupakan haji wada’, sebab kurang lebih 3 bulan setelah menunaikan ibadah haji Rasulullah berpulang kerahmatullah. Pada kesempatan haji wada’, Nabi Muhammad saw menyamapaikan khotbah yang sangat bersejarah.
Muh Zuhri  mengatakan bahwa dakwah nabi pada periode  Madinah dikenal sebagai periode penatan dan pemapanan masayarakat.
B. Islam pada Masa Khulafa’ Al- Rasyidin
Sampai menutup amata, Rasulullah saw tidak pernah menunjuk seorang yang akan menggantikannya sebagai pemimpin. Golongan Muhajirin dan Ansor hampir clash. Pada saat itu, kaum Anshor menyelenggarakan musyawarah disebut saqifah . Dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang tinggi, Abu Bakar terpilihnsebagai pemimpin pengganti Rasululah (Khalifah Rasulullah) yang pertama.
Abu Bakar menjadi khalifah di tahun 632 M, tetapi 2 tahun kemudian meninggal dunia. Masa pemerintahannya disibukkan dengan usaha-usaha menylesaikan perang Riddah. Setelah meyelesaikan urusan perang dalam negeri Islam. Ketika abu bakar mengirim keluar Arabia dalam rangka memperluas wilayah Islam. Ketika abu bakar sakit dan masa ajalnya sudah dekat. Ia menunjuk Umar sebagai penggantinya dengan maksud mencegah terjadinya perselisihjan yang mungkin timbul dan memecaah belah umat Islam  walaupun singkat. Abu Bakar banyak berjasa dalam memantapkan kembali aqidah umat yang mulai goyah sepeninggal rasul.
Di zaman Umar gelombang ekspansi pertama terjadi, seluruh daerah Syiria, Jazirah Arab, Palestina dan sebagian besar wilayah Persia dan Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Khalifah Umar bin Khattab tidak hanya berhasil memperluas wilayah islam, tetapi berhasil dalam wilayah yang luas dengan system administrasi kepemerintahan . Umar menjabat sebagai khalifah selama 10 tahun. Beliau pemimpin yang tegas, kuat, inovatif dan kreatif. Dalam mengelola pemerintahan. Adanya sistem-sistem baru seperti dewan, lembaga yudikatif, tunjangan orang cacat, dan lain-lain.
Akhir hidup Umar sangat tragis, ia dibunuh oleh seorang budak dari Persia bernama Abu Lu’lu’ah.  Untuk mengangkat penggantinya Umar menunjuk dewan mudyawarah dan akhirnya menyetujui Usman bin Affan sebagai khalifah ke-3 pengganti Umar.
Dimasa pemerintahan Usman agakberbeda dengan kepemimpinan Umar, Usman cenderung lebih lunak dalam kebijakan-kebijakan politiknya. Mungkin hal ini dipengaruhi  oleh usia yang sudah tidaj fresh lagi untuk menjalankan tugas-tugas berat sebagai pemimpin karena Umar diangkat menjadi khlaifah usia 70 tahun atau memang karena wataknya. Pemerintahan Umar berlangsung 12 tahun, ahli sejarah membagi menjadi 2 bagian yaitu 6 tahu pertama konflik tidak terlalu mengganggu san 6 tahun ke-2 muncul perasaan nepotisme.
Kendati masa pemerintahan Usman diwarnai dengan tuduhan-tuduhan yang cukup memanaskan telinga, bukan berarti tidak ada kegitan penting. Seperti mmperluas wilayah Islam, membangun bndungan, jalan-jalan, dan lain-lain.
Suatu klaya Usman yang terpenting ialah menyusun kembali kitab suci Al-Qur’an. Akhir kehidupan Usman sama tragisnya dengan Uar, ia tewas dibnuh gerombolan pemberontak yang tiba-tiba mengepung rumahnya.
Setelah Usman wafat, masyarakat beramai-ramai membaiat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Ali memerintah hanya 6 tahunm. Selama pemerintahannya ia menghadapi berbagai pergolakan dari pihak-pihak Thalhah, Zubai, dan lain-lain. Ali bahkan terlibat perang jama’ adengan Thalhah, Zubair dan Aisyah. Puncak semua itu adalah perang Saffin, yaitu perang melawan pasukan Mu’awiyah. Dan perang diakhiri dengan tahkim. Tetapi tahkim tidak menyelesaikan maslah malah menambah masalah baru. Muncul golongan khawarij yang keluar dari barisan Ali dan golongan yang masih setia kepada Ali. Posisi Ali makin terjepit, akhirnya iapun tewas dibunnuh salah saru anggota Khawarij.
Posisi ali sempat digantikan oleh putranya, Hasan, selama beberpa bulan. Namun karena Mu’awiyah lebih kuat Hasan pun kalah secara pilitis. Kekuasaan selanjutnya berpindah tangan kepada mu’awiyah dan berakhirnya masa khulafa’ al-rasyidin.
C. Masa Kemajuan Umat Islam
1. Zaman Bani Umayyah
Perpindahan kekuasaan kepada mu’awiyah mengakhiri bentuk pemerintahan demokratis kekhalifahan menjadi monarchi beredities (kerajaanturun temurun). Dinastibani uayyah yang didirikan olehmu’awiyah berumur kurang lebih90 tahun dari di zaman ini, ekspansi yang sempat terhentidizaman kedua khaaalifah terakhir dilanjutkan.  khalifah-khalifah besar dinasti bani umayyah adalah mu’awiyah ibn abi sufyan, al walid ibn al malik, umar ibn aziz, dan hisyam ibn abd al-malik.
Disebelah timur Mu’awyah dapat menguasai daerah khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Ekspansi kebarat terjadi di zaman Al-Walid menundukkan Aljazair dan Maroko pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah di spanyol karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang menderita akibat kekejaman penguasa. Setelah dikuasai umat Islam spanyol menjadi satu-satunya negeri di eropa yang mengalami masa pencerahan karaena kemajuan dibidang pendidikan, perdagangan, dan peranian.
Selain memperluas wilayah Islam. Bani Umayah juga melakukan pembengunan berbagai bidang. Bidang bahasa dan administrasi diubah dari bahasa Yunani dan Pahlawi kebahasa arab. Puncak kejayaan dinasti umayyah terjadi pada masa pemerintahan al-wahid i
Namun sepeninggalan bani umayyah diperintah oleh khgalifah Yazid ibn abd al-malik, seorang penguasa yang gandrung dewngan kemewahan dan kurang memperhatikan rakyatnya. Akibatnya, kehidupan masyarakat yang sebelumnya damai dan sejahtera menjadi kacau dan sengsara . kerusuhan terus berlanjut sampain masa pemerinyahanhiosyam ibnabd al-malik.
K. Ali  mengemukakan beberapa pendapat sebab kehanuran Bani umayyah, yaitu:
a. Ketidakcakapan para penguasa dan buruknya moral.
b. Persaingan antar suku
c. Mekanisme kepemimpinantidak jelas
d. Perlakuan tidak adil kepada mawali
e. Propaganda dan gerakan syiah yang tidak mendukung bani umayyah.

2. Zaman Bani Abbasiyah
Pemerintahan bani Abbasiyah berlangsuing 524 tahun . Abu Abbas Al-Saffah dinobatkan sebagai khalifah pertama dinasti Abbasiyah. Dasar-dasar pemerintahan bani Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abu Al-Abbas dan Abu Ja’far Al-Mansur. Puncak keemasan dari dinasi ini berada pada tujuh khalifah setelahnya, Al-Mahdi, Al-Hadi, Al Rasyid, Al-Ma’mum, Al-Mi’tasim, Al-Wasiq, dan Al-Mutawakil.
Perbedaan yang mentolok antara bani Umayyah dengan bani Abbasiyah adalah perbedaan orientasi. Bani Umayyah lebih berorientasi perluasan wilayah (ekspansi) kekuasaan Islam, sedangkan bani Abbasiyah lebih berorientasi kepada pembinaan kebudayaan dan peradaban Islam. Kemajuan bagnsa mongol secara besar-besaran terjadai pada masa pemerintahan yasugi bahadur khan yang berhasil menyatukan 13 suku. Setelah ia wafat digantikan putranya Timujin (13 tahun) pada tahun 1206 M ia mendapat gelra jangis khan (chingiz khan) raja yang perkasa dan agung.
Jangis khan membagi wilayah kekuasaannya menjadi 4 bagian kepada 4 putranya: Juchi, Chatagai, Ogotai, dan Tuli Khan. Sementara Tuli Khan menguasai khurasan dengan mudah menguasai Irak, karena kekuatan umat Islam sudah melemah akibat terpecah belah. Ia meninggal dunia dan digantikan putranya Hulagu Khan. Episode baru kejayaan Mongol terhadap umat Islam dimulai.
Pada tahun 1258 M/ 65667 H tentara Mongo, dibawah komando Hulagu tiba disalah satu pintu di Baghdad khalifah Al-Mu’tashim tak kuat menahan serangan pasukan Hulagu, disaat-saat kritis, khalifah dikhianati oleh wazirnya sendiri, sehingga akhrnya khalifah dan keluarga serta para pembesar istana termasuk wazir dibunuh berakhirlah kekuasaan abbasiyah, di Baghdad.
Belum hilang trauma umat islam, datang lagi serangan dari keturunan Mongol, yaitu Timur Lenk, yang berarti Timur Sipancang. Berbeda dengan Hulagu. Penakluk kali ini sudah beragama Islam, tetapi kebiadaban dan kekejaman sebagai bangsa yang nomaden masih melekat kuat. Bahkan di Afganistan ia membangun menara yang terdiri dari susunan 200 mayat manusia yang dibalut dengan batu dan tanah liat.   Namun, walaupun terkenal sebagai penguasa yang sadis dalam ekpansinya, Timur Lenk tetap memperhatikan pengembangan islam.
Setelh Timur Lenk wafat, para penguasa penggantinya tidak setangguh dirinya. Perang saudara memperebutkan wilayah kekuasaan. Kehancuran umat  Islam di tangan penakluk dari bangsa mongol hulagu khan dan timur lenk.


DAFTAR PUSTAKA


Ali, K. 1997. Sejarah Islam (Tarikh Pramodern) Terj. Gufron A. Mas’adi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hashem, Faud. 1995. Sir’ah Muhammad Rasulullah: Suatu Penafsiran Baru Cetakan ke-4. Bandung: Mizan.
Hasem, O. 1985. Saqifah: Awal Perselisihan Umat. Lampung: Penerbit Yapi.
Hassan, Hassan Ibrahim. 1993. Sejarah Kebudayaan Islam terj. Adang Affandi cetakan ke-3. bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution, Harun. 2001. Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya jilid I. Jakarta: UI Press.
Syalabi, A. 2003. Sejarah dan Kebudayaan Islam jilid 3, alih bahasa Muhammad Labib Ahmad. Jakarta: Pustaka Al-Hasan Baru.
Yatim, Badri. 2004. Peradaban Islam cetakan ke-16. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Zuhri, Muh. 1996. Hukum Islam dalam Lintasan Sejarah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt.  sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mandiri mata kuliah “Metodologi Studi Islam” selain itu dengan adanya makalah ini menambah wawasan kita pentingnya mempelajari Metodologi Studi Islam.
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada saemua pihak yang telah membantu kami dalam menyelasiakan makalah ini, baik bantuan materil, maupun bantuan berupa dorongan semangat. Sehinggakami datap menyelesaikan makalah ini.
Penyusun menyadari, bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, untuk itu kritik dan saran sengat penyusun perlukan demi kebaikan kedepan. Akhir kata tiada gading yang tak retak, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya, dan bagi penyusun khususnya.




INDONESIA, 15 Desember 2009



Penyusun


DAFTAR ISI




HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR     ii
DATAR ISI     iii
A Islam Pada Masa Rasulullah saw 1
1. Kehidupan Awal Nabi Muhammad saw. 1
2. Masa Kerasulan 2
B Islam pada masa Khulafa ‘Al-Rasyidin 5
C Masa Kemajuan Umat Islam 7
1. Zaman Bani Umayyah 7
2. Zaman Bani Abbasiyah 8
DAFTRA PUSTAKA


pengertian dan sejarah G30S(Gerakan 30 September) PKI

BAB I PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Soviet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung. juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.
Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.
Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.



BAB II STRUKTURAL DI DALAM PKI


A.    Angkatan kelima
Perayaan Milad PKI yang ke 45 di Jakarta pada awal tahun 1965
Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok, Perdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan untuk mempersenjatai 40 batalion tentara secara lengkap, penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S. Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.
Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.
B.    Angkatan Kelima
Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok, Perdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan untuk mempersenjatai 40 batalion tentara secara lengkap, penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S.
Pada awal tahun 1965 Bung Karno mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Pandangan lain mengatakan bahwa PKI-lah yang mengusulkan pembentukan Angkatan Kelima tersebut dan mempersenjatai mereka. Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurigai antara militer dan PKI.
Dari tahun 1963, kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha menghindari bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. Pemimpin-pemimpin PKI mementingkan "kepentingan bersama" polisi dan "rakyat".     Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Di bulan Agustus 1964, Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikap-sikap sektarian" kepada angkatan bersenjata, mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat "massa tentara" subyek karya-karya mereka.
Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ratusan ribu petani bergerak merampas tanah dari para tuan tanah besar. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah. Untuk mencegah berkembangnya konfrontasi revolusioner itu, PKI mengimbau semua pendukungnya untuk mencegah pertentangan menggunakan kekerasan terhadap para pemilik tanah dan untuk meningkatkan kerjasama dengan unsur-unsur lain, termasuk angkatan bersenjata.
Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah, tidak peduli tanah siapa pun (milik negara=milik bersama). Kemungkinan besar PKI meniru revolusi Bolsevik di Rusia, di mana di sana rakyat dan partai komunis menyita milik Tsar dan membagi-bagikannya kepada rakyat.
Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik Amerika Serikat. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Pada waktu yang sama, jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet. Jendral-jendral tersebut masuk kabinet karena jabatannya di militer oleh Sukarno disamakan dengan setingkat mentri. Hal ini dapat dibuktikan dengan nama jabatannya (Menpangab, Menpangad, dan lain-lain).
Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini, tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat".



BAB III AJARAN PKI


A.    Ajaran Pada Para Siswa
Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia, termasuk para komunis".Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksi-aksi mogok di industri. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM.
Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rejim militer, menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata, yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu, kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Mereka, depan jendral-jendral militer, berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa "NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. Di bulan Mei 1965, Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk memecilkan aspek anti-rakyat dalam alat-alat negara.
B.    Isu sakitnya Bung Karno
Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G30S telah beredar isu sakit parahnya Bung Karno. Hal ini meningkatkan kasak-kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karno meninggal dunia. Namun menurut Subandrio, Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya sakit ringan saja, jadi hal ini bukan merupakan alasan PKI melakukan tindakan tersebut.
Tahunya Aidit akan jenis sakitnya Sukarno membuktikan bahwa hal tersebut sengaja dihembuskan PKI untuk memicu ketidakpastian di masyarakat.

C.    Isu masalah tanah dan bagi hasil
Pada tahun 1960 keluarlah Undang-Undang Pokok Agraria (UU Pokok Agraria) dan Undang-Undang Pokok Bagi Hasil (UU Bagi Hasil) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari Panitia Agraria yang dibentuk pada tahun 1948. Panitia Agraria yang menghasilkan UUPA terdiri dari wakil pemerintah dan wakil berbagai ormas tani yang mencerminkan 10 kekuatan partai politik pada masa itu. Walaupun undang-undangnya sudah ada namun pelaksanaan di daerah tidak jalan sehingga menimbulkan gesekan antara para petani penggarap dengan pihak pemilik tanah yang takut terkena UUPA, melibatkan sebagian massa pengikutnya dengan melibatkan backing aparat keamanan. Peristiwa yang menonjol dalam rangka ini antara lain peristiwa Bandar Betsi di Sumatera Utara dan peristiwa di Klaten yang disebut sebagai ‘aksi sepihak’ dan kemudian digunakan sebagai dalih oleh militer untuk membersihkannya.
Sementara itu di Jawa Timur juga terjadi keributan antara PKI dan NU. Kiai-kiai NU yang kebanyakan tuan tanah menolak gerakan PKI untuk membagi-bagikan tanah kepada petani yang tidak memiliki tanah.
Keributan antara PKI dan islam (tidak hanya NU, tapi juga dengan Persis dan Muhammadiya) itu pada dasarnya terjadi di hampir semua tempat di Indonesia, di Jawa Barat, Jawa Timur, dan di propinsi-propinsi lain juga terjadi hal demikian, PKI di beberapa tempat bahkan sudah mengancam kyai-kyai bahwa mereka akan disembelih setelah tanggal 30 September 1965 (hal ini membuktikan bahwa seluruh elemen PKI mengetahui rencana kudeta 30 September tersebut).




BAB IV KORBAN G 30- S-PKI


A.    Korban G 30 S-PKI
Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:
Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)
Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.
Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena)
Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.
B.    Pasca Kejadian
Pemakaman para pahlawan revolusi. Tampak Mayjen Soeharto di sebelah kanan
Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan. Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional", yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune".
C.    Peringatan
Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya
Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.
Pada 29 September - 4 Oktober 2006, diadakan rangkaian acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhan terhadap ratusan ribu hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia. Acara yang bertajuk "Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun tragedi kemanusiaan 1965" ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok. Selain civitas academica Universitas Indonesia, acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965, antara lain Setiadi, Murad Aidit, Haryo Sasongko, Sasuke, dan Putmainah.

Sejarah dan Pengertian Filsafat

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada Umumnya pemikiran teoritis itu memiliki kaitan yang erat dengan lingkungan tempat pemikiran itu dilakukan dan pemikiran teoritis itu permulaan lahirnya filsafat di Yunani pada abad ke-6 sebelum masehi, Yunani merupakan tempat dimana pemikiran ilmiah mulai tumbuh dan pada zaman itu lahirlah para pemikir yang mengarah dan menyebabkan filsafat itu dilahirkan.
Cirri-ciri umum filsafat Yunani adalah rasionalisme. Rasionalisme Yunani itu mencapai puncaknya pada orang-orang sophis untuk melihat rasionalisme sofis perlu dipahami lebih terdahulu latar belakangnya. Latar belakang itu terletak pada pemikiran filsafat yang ada sebelumnya.
Pada bab selanjutnya penulis akan membahas tentang filsafat pra Socrates dan filsafat Socrates beserta tokoh-tokohnya sekaligus pemikirannya.
B.    Rumusan Masalah
1)    Definisi Filsafat
2)    Periode Pra Socrates
a.    Thales
b.    Anaximandros
c.    Pythagoras
d.    Zeno
3)    Periode  Zaman Ke’emasan (Socrates)
a.    Socrates
b.    Plato
c.    Aristoteles

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi Filsafat
Secara etimologis kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia, Philosophia terdiri dari dua kata, yaitu philein yang berarti mencintai atau philia yang berarti cinta serta sophos yang berarti kearifan atau kebijaksanaan. Dari bahasa Yunani ini melahirkan kata dalam bahasa Inggris philosophy yang diterjemahkan sebagai cinta kearifan/kebijaksanaan. Cinta dapat diartikan sebagai suatu dinamika yang menggerakan subjek untuk bersatu dengan objeknya dalam arti dipengaruhi dan diliputi objeknya. Sedangkan kearifan atau kebijaksanaan dapat diartikan ketepatan bertindak. Dalam bahasa Inggris dapat ditemukan kata policy dan wisdom untuk menyebut kebijaksanaan. Namun yang sering dipergunakan dalam filsafat adalah kata wisdom dan lebih ditujukan pada pengertian kearifan.
B.    Zaman Pra Socrates
Filsafat pra-sokrates ditandai oleh usaha mencari asal (asas) segala sesuatu ("arche" = ). Tidakkah di balik keanekaragaman realitas di alam semesta itu hanya ada satu azas? Thales mengusulkan: air, Anaximandros: yang tak terbatas, Empedokles: api-udara-tanah-air. Herakleitos mengajar bahwa segala sesuatu mengalir ("panta rei" = selalu berubah), sedang Parmenides mengatakan bahwa kenyataan justru sama sekali tak berubah. Namun tetap menjadi pertanyaan: bagaimana yang satu itu muncul dalam bentuk yang banyak, dan bagaimana yang banyak itu sebenarnya hanya satu? Pythagoras (580-500 sM) dikenal oleh sekolah yang didirikannya untuk merenungkan hal itu. Democritus (460-370 sM) dikenal oleh konsepnya tentang atom sebagai basis untuk menerangkannya juga. Zeno (lahir 490 sM) berhasil mengembangkan metode reductio ad absurdum untuk meraih kesimpulan yang benar.

Para filosof pada zaman ini diantaranya :
1)    Thales (624 SM - 546 SM)
Thales hidup sekitar 624-546 SM. Ia adalah seorang ahli ilmu termasuk ahli ilmu Astronomi. Ia berpendapat bahwa hakikat alam ini adalah air. Segala-galanya berasal dari air. Bumi sendiri merupakan bahan yang sekaligus keluar dari air dan kemudian terapung-apung diatasnya.
Pandangan yang demikian itu membawa kepada penyesuaian-penyesuain lain yang lebih mendasar yaitu bahwa sesungguhnya segalanya ini pada hakikatnya adalah satu. Bagi Thales, air adalah sebab utama dari segala yang ada dan menjadi ahir dari segala-galanya.
Ajaran Thales yang lain adalah bahwa tiap benda memiliki jiwa. Itulah sebabnya tiap benda dapat berubah, dapat bergerak atau dapat hilang kodratnya masing-masing. Ajaran Thales tentang jiwa bukan hanya meliputi benda-benda hidup tetapi meliputi benda-benda mati pula.
2)    Anaximandros (610 SM - 546 SM)
Anaximandros adalah salah satu murid Thales. Anaximandros adalah seorang ahli astronomi dan ilmu bumi. Meskipun dia murid Thales namun ia mempunyai prinsip dasar alam satu akan tetapi bukanlah dari jenis benda alam seperti air sebagai mana yang dikatakan oleh gurunya.
Prinsip dasar alam haruslah dari jenis yang tak terhuitung dan tak terbatas yang oleh dia disebut Apeiron yaitu zat yang tak terhingga dan tak terbatas dan tidak dapat dirupakan tidak ada persamaannya dengan apapun.
Meskipun tentang teori asal mula kejadian alam tidak begitu jelas namun dia adalah seorang yang cakap dan cerdas dia tidak mengenal ajaran Islam atau yang lainnya.


3)    Pythagoras (582 SM - 496 SM)
Pythagoras lahir dipulau Samos yang termasuk daerah Ionia dalam kota ini Pythagoras mendirikan suatu tarekat beragama yang sifat-sifatnya akan dibicarakan di bawah ini. Tarekat yang didirikan Pythagoras bersifat religious, mereka menghomati dewa Apollo.
Menurut kepercayaan Pythagoras manusia asalnya tuhan, jiwa itu adalah penjelmaan dari tuhan yang jatuh kedunia karena berdosa dan dia akan kembali kelangit kedalam lingkungan tuhan bermula, apabila sudah habis dicuci dosanya itu, hidup didunia ini adalah persediaan buat akhirat. Sebab itu semula dari sini dikerjakan hidup untuk hari kemudian.
Pythagoras tersebut juga sebagai ahli pikir. Terutama dalam ilmu matematik dan ilmu berhitung. Falsafah pemikirannya banyak diilhami oleh rahasia angka-angka. Dunia angka adalah dunia kepastian dan dunia ini erat hubungannya dengan dunia bentuk. Dari sini dapat dilihat kecakapannya dia dalam matematik mempengaruhi terhadap pemikiran filsafatnya sehingga pada segala keadaan ia melihat dari angka-angka dan merupakan paduan dari unsur angka.
4)    Zeno (490 SM)
Lahir di Elea sekitar 490 SM. Ajarannya yang penting adalah pemikirannya tentang dialektika. Dialektika adalah satu cabang filsafat yang mempelajari argumentasi.

C.    Zaman  Ke’emasan (Socrates)
Puncak zaman Yunani dicapai pada pemikiran filsafati Sokrates (470-399 sM), Plato (428-348 sM) dan Aristoteles (384-322 sM). Disebut demikian karena pada zaman ini sejarah menyebutkan bahwa awal mula dari munculnya ilmu kedokteran, ilmu alam dan lain-lain adalah pada zaman ini.

1)    Sokrates (470-399 sM)
Hidup pada masa yang sama dengan mereka yang menamakan diri sebagai "sophis" ("yang bijaksana dan berapengetahuan"), Sokrates lebih berminat pada masalah manusia dan tempatnya dalam masyarakat, dan bukan pada kekuatan-kekuatan yang ada dibalik alam raya ini (para dewa-dewi mitologi Yunani). Seperti diungkapkan oleh Cicero kemudian, Sokrates "menurunkan filsafat dari langit, mengantarkannya ke kota-kota, memperkenalkannya ke rumah-rumah". Karena itu dia didakwa "memperkenalkan dewa-dewi baru, dan merusak kaum muda" dan dibawa ke pengadilan kota Athena. Dengan mayoritas tipis, juri 500 orang menyatakan ia bersalah. Ia sesungguhnya dapat menyelamatkan nyawanya dengan meninggalkan kota Athena, namun setia pada hati nuraninya ia memilih meminum racun cemara di hadapan banyak orang untuk mengakhiri hidupnya.
Sokrates menyumbangkan teknik kebidanan (maieutika tekhne) dalam berfilsafat. Bertolak dari pengalaman konkrit, melalui dialog seseorang diajak Sokrates (sebagai sang bidan) untuk "melahirkan" pengetahuan akan kebenaran yang dikandung dalam batin orang itu. Dengan demikian Sokrates meletakkan dasar bagi pendekatan deduktif, Pemikiran Sokrates dibukukan oleh Plato, muridnya.
2)    Plato (428-348 sM)
Plato menyumbangkan ajaran tentang "idea". Menurut Plato, hanya idea-lah realitas sejati. Semua fenomena alam hanya bayang-bayang dari bentuknya (idea) yang kekal. Dalam wawasan Plato, pada awal mula ada idea-kuda. Dunia idea mengatasi realitas yang tampak, bersifat matematis, dan keberadaannya terlepas dari dunia inderawi. Dari idea-kuda itu muncul semua kuda yang kasat-mata. Karena itu keberadaan bunga, pohon, burung, ... bisa berubah dan berakhir, tetapi idea bunga, pohon, burung, ... kekal adanya. Itulah sebabnya yang Satu dapat menjadi yang Banyak.
Plato berpendapat, bahwa pengalaman hanya merupakan ingatan (bersifat intuitif, bawaan, dalam diri) seseorang terhadap apa yang sebenarnya telah diketahuinya dari dunia idea, -- konon sebelum manusia itu masuk dalam dunia inderawi ini. Menurut Plato, tanpa melalui pengalaman (pengamatan), apabila manusia sudah terlatih dalam hal intuisi, maka ia pasti sanggup menatap ke dunia idea dan karenanya lalu memiliki sejumlah gagasan tentang semua hal, termasuk tentang kebaikan, kebenaran, keadilan, dan sebagainya.
Plato mengembangkan pendekatan yang sifatnya rasional-deduktif sebagaimana mudah dijumpai dalam matematika. Problem filsafati yang digarap oleh Plato adalah keterlemparan jiwa manusia kedalam penjara dunia inderawi, yaitu tubuh. Itu persoalan ada ("being") dan mengada (menjadi, "becoming").
3)    Aristoteles (384-322 sM)
Aristoteles menegaskan bahwa ada dua cara untuk mendapatkan kesimpulan demi memperoleh pengetahuan dan kebenaran baru, yaitu metode rasional-deduktif dan metode empiris-induktif. Dalam metode rasional-deduktif dari premis dua pernyataan yang benar, dibuat konklusi yang berupa pernyataan ketiga yang mengandung unsur-unsur dalam kedua premis itu. Inilah silogisme, yang merupakan fondasi penting dalam logika, yaitu cabang filsafat yang secara khusus menguji keabsahan cara berfikir. Logika dibentuk dari  berarti sesuatu yang diutarakan. , dan  kata  Daripadanya logika berarti pertimbangan pikiran atau akal yang dinyatakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
Dalam metode empiris-induktif pengamatan-pengamatan indrawi yang sifatnya partikular dipakai sebagai basis untuk berabstraksi menyusun pernyataan yang berlaku universal.
Aristoteles mengandalkan pengamatan inderawi sebagai basis untuk mencapai pengetahuan yang sempurna. Itu berbeda dari Plato. Berbeda dari Plato pula, Aristoteles menolak dualisme tentang manusia dan memilih "hylemorfisme": apa saja yang dijumpai di dunia secara terpadu merupakan pengejawantahan material ("hyle") sana-sini dari bentuk ("morphe") yang sama. Bentuk memberi aktualitas atas materi (atau substansi) dalam individu yang bersangkutan. Materi (substansi) memberi kemungkinan ("dynamis", Latin: "potentia") untuk pengejawantahan (aktualitas) bentuk dalam setiap individu dengan cara berbeda-beda. Maka ada banyak individu yang berbeda-beda dalam jenis yang sama. Pertentangan Herakleitos dan Parmendides diatasi dengan menekankan kesatuan dasar antara kedua gejala yang "tetap" dan yang "berubah".
Aristoteles menganggap Plato (gurunya) telah menjungkir-balikkan segalanya. Dia setuju dengan gurunya bahwa kuda tertentu "berubah" (menjadi besar dan tegap, misalnya), dan bahwa tidak ada kuda yang hidup selamanya. Dia juga setuju bahwa bentuk nyata dari kuda itu kekal abadi. Tetapi idea-kuda adalah konsep yang dibentuk manusia sesudah melihat (mengamati, mengalami) sejumlah kuda. Idea-kuda tidak memiliki eksistensinya sendiri, idea-kuda tercipta dari ciri-ciri yang ada pada (sekurang-kurangnya) sejumlah kuda. Bagi Aristoteles, idea ada dalam benda-benda.
Pola pemikiran Aristoteles ini merupakan perubahan yang radikal. Menurut Plato, realitas tertinggi adalah yang kita pikirkan dengan akal kita, sedang menurut Aristoteles realitas tertinggi adalah yang kita lihat dengan indera-mata kita. Aristoteles tidak menyangkal bahwa bahwa manusia memiliki akal yang sifatnya bawaan, dan bukan sekedar akal yang masuk dalam kesadarannya oleh pendengaran dan penglihatannya. Namun justru akal itulah yang merupakan ciri khas yang membedakan manusia dari makhluk-makhluk lain. Akal dan kesadaran manusia kosong sampai ia mengalami sesuatu. Karena itu, menurut Aristoteles, pada manusia tidak ada idea-bawaan.
Pemikiran Aristoteles merupakan hartakarun umat manusia yang berbudaya. Pengaruhnya terasa sampai kini, itu berkat kekuatan sintesis dan konsistensi argumentasi filsafatinya, dan cara kerjanya yang berpangkal pada pengamatan dan pengumpulan data. Singkatnya, ia berhasil dengan gemilang menggabungkan (melakukan sintesis) metode empiris-induktif dan rasional-deduktif tersebut diatas.
Aristoteles menempatkan filsafat dalam suatu skema yang utuh untuk mempelajari realitas. Studi tentang logika atau pengetahuan tentang penalaran, berperan sebagai organon ("alat") untuk sampai kepada pengetahuan yang lebih mendalam, untuk selanjutnya diolah dalam theoria yang membawa kepada praxis. Aristoteles mengawali, atau sekurang-kurangnya secara tidak langsung mendorong, kelahiran banyak ilmu empiris seperti botani, zoologi, ilmu kedokteran, dan tentu saja fisika. Ada benang merah yang nyata, antara sumbangan pemikiran dalam Physica (yang ditulisnya), dengan Almagest (oleh Ptolemeus), Principia dan Opticks (dari Newton), serta Experiments on Electricity (oleh Franklin), Chemistry (dari Lavoisier), Geology (ditulis oleh Lyell), dan The Origin of Species (hasil pemikiran Darwin). Masing-masing merupakan produk refleksi para pemikir itu dalam situasi dan tradisi yang tersedia dalam zamannya masing-masing.

BAB III
KESIMPULAN
1.    Pra Socrates
Filsafat Pra Socrates adalah filsafat yang dilahirkan karena kemenangan akal asas atas dongeng atau mite-mite yang diterima dari agama yang memberitahukan tentang asal muasal segala sesuatu.
Dan filsafat pra Socrates ditandai usaha mencari asal (asas) segala sesuatu (arche) tidakkah dibalik keanekaragaman realitas di alam semesta itu hanya satu azas? Thales mengusulkan air, Anaximandros: yang tak terbatas,  Pythagoras dikenal oleh sekolah yang didirikannya untuk merenungkan hal itu, dan Zeno tentang dialektika.
2.    Socrates
mercu kehebatan pemikiran dan falsafah tamadun Yunani, proses ini dapat dicapaii Zaman Keemasan Tradisi Sastra dan Seni, pendahulu dari Eksistensialisme, disebut demikian karena tokoh-tokoh pemikir dunia terkenal seperti Socrates, Plato dan akhirnya Disebut demikian karena pada zaman ini sejarah menyebutkan bahwa awal mula dari munculnya ilmu kedokteran, ilmu alam dan lain-lain adalah pada zaman ini.
Tokoh-tokohnya yaitu
1.    Socrates
2.    Plato
3.    Aristiteles



DAFTAR PUSTAKA
1.    Bakker, Anton 1984. Metode Metode Filsafat,  Jakarta : Ghalia Indonesia.
2.    Noor, Hadian. Pengantar Sejarah Filsafat. Malang : Citra Mentari Group. 1997.
3.    Osborne, Richard. Filsafat Untuk Pemula.  Yogyakarta : Kanisius. 2001.
4.    Russell, Bertrand. Sejarah Filsafat Barat. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2004.
5.    Turnbull, Neil. Bengkel Ilmu Filsafat. Jakarta : Erlangga. 2005.
6.    www.filsafat-ilmu.blogspot.com/2008/01/teori-kebenaran.html