Saturday, November 10, 2012

Makalah kedudukan bahasa Indonesia dalam sejarah bangsa


Oleh : Mashuri kaseng
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, nama Melayu menunjukan nama Bahasa, suku bangsa dan daerah.Negeri Melayu terletak di Jambi, di jambi akhirnya bahasa Melayu meluas ke daerah-daerah lain di Indonesia bahkan sampai ke Asia Selatan.
Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928, pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul pada kerapatan pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah satu,tanah indonesia,(2) berbangsa yang satu,bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini disebut sumpah pemuda.
Unsur yang ketiga dari sumpah pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukanya sebagai bahasa Nasional.
Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah Bahasa Indonesia (Bab XV, pasal 36).
Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, antara lain menyatakan bahwa Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu.Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca)bukan hanya dikepulauan Nusantara, melainkan juga hampir seluruh Asia Tenggara.

1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini meliputi :
• Untuk menambah wawasan tentang bahasa dan belajar bahasa
• Untuk mengetahui asal usul bahasa Indonesia
• Untuk mengetahui definisi Bahasa
• Serta mengetahui kedudukan bahasa Indonesia




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Defenisi Bahasa
Bahasa berasal dari bahasa Inggris artinya language, language berasal dari bahasa latin artinya lidah, sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia secara terminology mengartikan bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri. Sedangakan menurut Gorys Keraf (1994:1) memberikan pengertian bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Sementara defenisi bahasa menurut Mahmudah dan Ramlan (2007:2-3) adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat Indonesia. Bahasa juga menunjukkan perbedaan antara satu penutur dengan penutur lainnya, tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturnya dalam satu kesatuan sehingga mampu menyesuaikan dengan adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat.

2.2. Sifat-sifat Bahasa
Ada beberapa sifat bahasa yaitu :
1. Sistematis
• Sistem bunyi, contohnya saya pergi ke Kampus (sistem bunyi dan makna).
• Sistem makna, contohnya Kampus saya pergi (sistem bunyi tapi tidak bermakna).
2. Mana suka atau arbitter
Suatu kata karena adanya kesepakatan.
3. Ujaran
Maksudnya yang membedakan mc dan makh lainya, termaksud untuk menyampaikan sesuatu hal kepada orang lain (berkomunikasi satu sama lain).
4. Manusiawi
Bahasa itu milik mc, bahasa akan berfungsi bila bahasa tersebut masih digunakan oleh mc.
5. Komunikatif
Bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain.
2.3. Unsur Bahasa
a. Unsur ujaran / bentuk
 Segmental
Merupakan unsur bahasa dari yang terbesar sampai terkecil (wacana, paragraf, kalimat, klausa, frase, kata, dan huruf ).
 Suprasegmental
Unsur bahasa dari segi intonasi seperti tinggi rendahnya nada, jeda, dan sebagainya.
b. Unsur makna / isi
 Makna satuan bahasa, seperti imbuhan, contoh: merapikan
 Makna kalimat
 Makna wacana
 Makna klausa
 Makna frase

2.4. Asal Usul Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, Nama Melayu menunjukan nama bahasa, suku bangsa, dan daerah.Negeri Melayu terletak di Jambi. Di Jambi akhirnya bahasa Melayu meluas ke daerah-daerah lain di Indonesia bahkan sampai ke Asia Selatan.
1. Lahirnya Bahasa Indonesia
 Umar Yunus, berpendapat bahwa bahasa indonesia secara resmi baru ada sejak tanggal 28 Oktober 1928 yaitu dengan adanya sumpah pemuda.sebelum tanggal tersebut benama Bahasa Melayu.
 Slamet Mulyana, bahasa Indonesia baru ada setelah negara Indonesia merdeka yaitu tanggal 17 Agustus 1945, karena pada tanggal itulah Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi.
Dari beberapa pendapat disepakati bahwa Bahasa Indonesia lahir secara resmi sejak tanggal 28 Oktober 1928 yaitu dengan adanya sumpah pemuda “kami putra putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”.
2. Faktor-faktor penyebab diterimanya Bahasa Melayu sebagai Bahasa Nasional Indonesia.
a) Faktor Sejarah
 Menjadi lingua franca
 Tersebar secara vertikal dan horizontal di kalangan masyarakat Indonesia.
 Vertikal meliputi pemakaianya menyangkut masalah sosial (digunakan dari lapisan atas sampai terendah).
 Horizontal merupakan perluasan pemakaianya menyangkut wilayah regional (adanya dialek melayu).
 Penyebaranya dimulai pada zaman Sriwijaya.
 Pemerintah kolonial Belanda mengizinkan penggunaan bahasa Melayu pada sekolah-sekolah bumi putra dan mengakui sebagai bahasa resmi kedua setelah bahasa Belanda.
b) Faktor-faktor Bahasa Indonesia bisa diterima di masyarakat.
 Mudah dipelajari karena sistem yang sederhana.
 Tidak mengenal sistem tingkatan penggunaan bahasa.
 Penggunaan dalam masyarakat bersifat netral.
 Mampu menjadi medium kebudayaan, politik, dan ilmu pengetahuan.
 Bersifat konvergensi.
c) Faktor masyarakat
 Bangsa Indonesia senang menggunakan bahasa Melayu untuk komunikasi praktis antar suku bangsa.
 Para penyair menggunakan Bahasa Melayu dalam perenungan ekspresinya.
 Berdirinya taman bacaan rakyat menggunakan Bahasa Melayu dalam produk terbitnya.
d) Faktor politik
Perlu adanya bahasa persatuan sebagai alat untuk mempersatukan bangsa Indonesia
e) Faktor psikologis
Rasa kebangsaan lebih besar dari pada rasa kesukuan.Hal ini terlihat pada kenyataan pada tanggal 15 Agustus 1926 seluruh perwakilan pemuda Indonesia mengadakan kongres yang menghasilkan Bahasa Melayu sebagai alat dalam perjuangan.
2.5. Fungsi Bahasa Indonesia
Fungsi utama Bahasa yaitu :
• Sarana berkomunikasi antar mc (fungsi komunikatif).
• Sarana budaya untuk pemersatu kelompok mc (fungsi kohesif).
• Sebagai alat berekspresi yakni mengekspresikan diri berdasarkan kebutuhan seseorang.
Fungsi bahasa lainnya yaitu :
• Sebagai alat komunikasi, dengan bahasa mc dapat menyampaikan pikiran, perasaan, dan pendapatnya.
• Sebagai alat kebudayaan, contohnya, tulisan berbentuk sastra, seperti puisi, cerita, dan drama.
• Sebagai alat pemersatu bangsa, dimana dapat berdialog dengan suku lain. Contoh, Bahasa Indonesia sebagai Bahasa resmi Bangsa Indonesia.dan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional.
• Sebagai sarana untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, contoh : ilmu pengetahuan yang sudah ditulis / dibukukan.
2.6. Kedudukan Bahasa Indonesia
A. Kedudukan Bahasa Indonesia di Indonesia
1) Sebagai bahasa Nasional
• Lambang kebanggaan nasional
Bahasa Indonesia memancarkan nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia.Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga dengannya, menjunjungnya, dan mempertahankannya.
• Lambang identitas nasional
Bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia yang berarti dengan bahasa Indonesia dapat diketahui siapa kita yaitu sifat perangai dan watak kita sebagai bangsa Indonesia.
• Alat pemersatu sebagai ragam masyarakat yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan bahasanya.
• Alat perhubungan antar budaya daerah
Kita dapat saling berkomunikasi, bertukar pikiran dan informasi dengan suku lain yang berlatar belakang bahasa yang berbeda.
2) Sebagai bahasa resmi / negara.
• Bahasa resmi kenegaraan
Keputusan, dokumen, dan surat resmi yang dikeluarkan pemerintah dan lembaga-lembaganya ditulis dalam bahasa Indonesia.
• Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
• Alat penghubung pada tingkat nasional serta kepentingan pemerintah dan menyebarluasan informasi kepada masyarakat untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
• Alat pengembang kebudayaan dan IPTEK
Dengan beragamnya budaya,agar jangkauanya lebih luas penyebaran IPTEK,baik melalui buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah menggunakan Bahasa Indonesia.
B.Kedudukan Bahasa Indonesia di Dunia.
1. berdasarkan genealogis
Yaitu pembagian yang didasarkan atas asal-usul dan sejarah perkembangan yang sama.Berdasarkan penggolongan genealogis, ada bermacam-macam rumpun bahasa, yaitu :
• Rumpun Indo Eropa, terdiri dari sub rumpun : bahsa jerman, keltik, slavia, roman, yunani, dsb.
• Rumpun semito-hamit, terdiri dari bahasa semit dan hamit.
• Rumpun finno-ugria
• Rumpun ural-altia
• Rumpun sino-Tibet
• Rumpun Bahasa Sudan
• Bahasa lain di Asia dan Oceania yang tidak termaksud salah satu rumpun di atas misalnya bahasa-bahasa Iran, Dravida, Australia, dan Andaman.
• Rumpun Bahasa Bantu
• Rumpun Bahasa Sudan
• Bahasa-bahasa Khoisan (bahasa orang kerdil)
• Bahasa-bahasa Amerika Utara seperti, Algonkin, Irokes, Penutia, Sioux, dsb.
• Bahasa-bahasa Amerika Tengah seperti Mya, Otonomi, dan Mixe-zoke.
• Bhasa-bahasa Amerika Selatan seperti Arawak, tupi dsb.
2. Berdasarkan Tipologi
Yaitu pembagian yang didasarkan atas tipe-tipe atau kesamaan dalam segitertentu.Berdasarkan morfologi (bentuk bahasa), bahasa dunia di bedakan atas :
• Bahasa isolatif (bahasa cina)
• Bahasa aglutinatif (bahasa Indonesia)
• Bahasa fleksi (Bahasa latin,sansekerta).

3. Berdasarkan Daerah
Yaitu berdasarkan pengaruh timbal balik antar satu bahasa dengan bahasa lain.
4. Bahasa-bahasa Austronesia (Wilhem Schmidt)
• Bahasa Austroasia, yaitu bahasa yang terdapat didaratan Asia Tenggara seperti, bahasa khosi, nikobar,mon, Munda, dsb.
• Bahasa Austronesia
 Bahasa Indonesia meliputi, Bahasa Maslagai, formosa, bahasa-bahasa di kepulauan Filipina, bahasa Melayu,Jawa, Bali, Batak, dll.
 Bahasa oceania, meliputi Bahasa Indonesia,Hibrid, Fiji, Salomon, Hawai, dsb.

No comments:

Post a Comment